Bengkayang (ANTARA) - Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di Serikin, Sarawak, Malaysia, saat ini memasuki tahap pengerjaan lahan dan ditargetkan rampung pada 2027 untuk mendukung operasional lintasan perbatasan Jagoi Babang-Serikin.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Bengkayang Yakobus, di Bengkayang, Senin mengatakan, pekerjaan pembangunan CIQS Serikin saat ini telah memasuki tahap cut and fill atau pematangan lahan di kawasan titik nol perbatasan. 

"Untuk pembangunan CIQS Sarawak di Serikin sudah berproses pada cut and fill lahan di kawasan titik nol perbatasan. Diperkirakan tahun 2027 pembangunan fisik selesai dan tahun 2028 diharapkan sudah dapat beroperasi," ujar Yakobus. 

Ia mengatakan, pembangunan CIQS di Serikin maupun pengembangan fasilitas perbatasan di Jagoi Babang merupakan hasil kesepakatan kedua negara sehingga prosesnya telah melalui kajian, pembahasan, dan persetujuan pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Menurut dia, keberadaan fasilitas CIQS di kedua sisi perbatasan akan memperkuat pelayanan lintasan orang, barang, dan jasa secara resmi sehingga aktivitas ekonomi lintas negara dapat berlangsung lebih tertata.

"Dampak dari dibangunnya CIQS kedua negara maka akan sangat membantu layanan lintasan barang dan jasa yang lebih baik dan resmi," katanya.

Yakobus menilai, peningkatan fasilitas lintasan perbatasan juga berpotensi menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Bengkayang dan wilayah Sarawak, terutama melalui peningkatan aktivitas ekspor dan impor.

Dengan beroperasinya fasilitas tersebut nantinya, menurut dia, kawasan Jagoi Babang-Serikin tidak hanya menjadi pintu lintasan masyarakat kedua negara, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi lintas batas.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang, kata dia, juga terus berkoordinasi dalam menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung di sisi Indonesia agar dapat menyambut beroperasinya PLBN Jagoi Babang yang terhubung dengan fasilitas perbatasan di Serikin.

"Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kawasan perbatasan siap menyambut peningkatan aktivitas lintas batas," ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan tersebut perlu dilakukan sejak sekarang karena peningkatan konektivitas perbatasan akan berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.