Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, memperkuat mitigasi bencana dengan menyalurkan bantuan logistik pangan dan peralatan pemadam kebakaran portabel kepada Relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) Bantuas, Kecamatan Palaran.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, di Samarinda, Sabtu, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut bertujuan mempercepat respons penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran di kawasan permukiman .
"Penyaluran bantuan ini untuk mempercepat respons penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran kawasan permukiman rawan," ujar Saefuddin Zuhri.
Berdasarkan data kumulatif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, sepanjang tahun 2026 tercatat sebanyak 198 kejadian karhutla dengan total luas area terbakar mencapai 428,14 hektare.
Dari seluruh wilayah, Kecamatan Palaran menjadi wilayah terdampak paling parah dengan angka kebakaran tertinggi, di mana luas lahan yang hangus terbakar di kawasan ini menembus 156,61 hektare dari puluhan kejadian.
Pemkot mengapresiasi kontribusi sektor swasta, yakni PT Internasional Prima Coal (IPC) dan PT Krida, yang mengalokasikan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk bersinergi mendanai operasional serta kapasitas teknis relawan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang telah berjuang membantu masyarakat menghadapi bencana," kata Saefuddin usai menyerahkan bantuan paket sembako beserta perlengkapan pemadam di Aula Kantor Kelurahan Bantuas.
Ia menegaskan penguatan sarana kebencanaan ini sangat krusial karena tingginya potensi titik panas di Palaran, terlebih saat ini Pemkot Samarinda masih memberlakukan status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan.
Mengingat keterbatasan akses darat menuju titik api yang kerap menjadi kendala utama, Saefuddin meminta relawan Katana tetap mengedepankan kedisiplinan dan keselamatan kerja selama bertugas menghalau rambatan api ke permukiman warga.
Lurah Bantuas Aang Sunandar menyebutkan perlengkapan darurat yang diserahterimakan meliputi unit mesin pompa air portabel bertekanan tinggi, selang pemadam (fire hose), pipa pancar (nozzle), serta paket pemenuhan kebutuhan dasar logistik.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi solusi mandiri bagi warga lokal sebelum bantuan armada posko utama tiba.
Sementara itu, perwakilan Direksi PT IPC Thomson menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi warga lingkar tambang dalam menghadapi risiko kedaruratan iklim.
Pihaknya berharap kelancaran operasional perusahaan ke depan dapat terus memberikan dampak sosial ekonomi yang berkesinambungan bagi pembangunan berkelanjutan di Kota Samarinda.
Pewarta: Arumanto
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.