Banda Aceh (ANTARA) - PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA kembali menyerahkan dividen dari laba bersih tahun buku 2025 kepada pemerintah Aceh sebesar Rp28,7 miliar lebih, terjadi kenaikan dari dua tahun sebelumnya.

“Penyerahan dividen ini bentuk wujud komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi kepada Aceh, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Aceh setiap tahunnya," kata Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, di Banda Aceh, Jumat.

Penyerahan dividen tersebut dilakukan secara simbolis oleh Mawardi Nur kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, di ruang kerja Gubernur Aceh, di Banda Aceh.

Dividen 2025 tersebut meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Dimana, penerimaan dividen pada tahun buku 2024 senilai Rp26,7 miliar, dan 2023 sebesar Rp26,6 miliar lebih.

Mawardi mengatakan, peningkatan dividen ini menjadi satu indikator kinerja perusahaan, capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembenahan PT PEMA secara bertahap melalui penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), serta pengembangan berbagai lini bisnis yang dijalankan secara profesional.

Apalagi, perusahaan terus bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang sehat, profesional, dan mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.

Ia menjelaskan, laba perusahaan tahun buku 2025 ini berasal dari sejumlah unit usaha strategis, antara lain pengelolaan wilayah kerja blok B melalui anak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE), pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, perdagangan sulfur, ekspor kopi arabika Gayo, serta perdagangan hasil perikanan.

Dirinya menambahkan, capaian ini juga menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi kepada Aceh melalui penguatan bisnis yang telah berjalan maupun pengembangan usaha baru.

"Peningkatan kinerja tersebut bagian dari hasil kerja kolektif seluruh jajaran perusahaan dalam beberapa tahun terakhir yang berfokus pada pembenahan internal, memperkuat sistem manajemen, meningkatkan transparansi, serta membangun budaya kerja adaptif dan akuntabel," kata Mawardi Nur.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf mengapresiasi capaian PT PEMA karena telah menunjukkan perkembangan positif sebagai perusahaan milik daerah yang mampu tumbuh melalui kekuatan bisnisnya sendiri tanpa bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.

“Ini menjadi bukti bahwa BUMA dapat dikelola secara profesional dengan tata kelola yang semakin baik. Saya mengapresiasi semangat anak-anak muda Aceh yang dipercaya mengelola PT PEMA. Saya yakin kontribusi PT PEMA terhadap PAD terus meningkat dan memberikan manfaat lebih besar bagi pembangunan daerah,” demikian Mualem.

Pada 2026 ini, PT PEMA menargetkan peningkatan pendapatan melalui optimalisasi bisnis eksisting, antara lain peningkatan harga jual gas melalui PT Pema Global Energi, optimalisasi nilai jual sulfur, serta perluasan ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar internasional.

Selain itu, perusahaan juga mulai mengembangkan sejumlah sektor strategis baru, diantaranya bisnis telekomunikasi, pembangunan fasilitas cold storage, pengembangan kawasan industri, serta berbagai peluang investasi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah.

Baca: PEMA ekspor perdana 19 ton kopi Gayo ke Amerika Serikat

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.