Peluang hujan di Sumsel sangat kecil hingga November 2026
Selasa, 15 September 2026 06:32 WIB
Lahan pertanian kering di wilayah Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/M Imam Pramana
Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa potensi hujan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan sangat kecil hingga November 2026.
Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Sinta Andayani di Palembang, Senin, mengatakan wilayah Sumatera Selatan saat ini tengah berada di tengah periode puncak musim kemarau.
Berdasarkan hasil monitoring dinamika atmosfer terkini, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah tersebut terpantau sangat kering dan minim uap air.
"Parameter atmosfer saat ini menunjukkan indikasi yang kurang mendukung pertumbuhan awan hujan," katanya.
Ia menambahkan, akibat minimnya pembentukan awan konvektif tersebut, potensi terjadinya hujan di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan pada umumnya dinilai sangat kecil.
Masyarakat setempat pun harus bersiap menghadapi cuaca panas dan kering dalam jangka waktu yang relatif panjang. Analisis cuaca BMKG memproyeksikan bahwa kondisi minim hujan ini akan terus berlangsung hingga bulan November mendatang.
Menanggapi situasi ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga Sumatera Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman bencana hidrometeorologi kering.
Warga diimbau agar tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam pembukaan lahan atau kebun demi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang sangat rentan terjadi pada puncak musim kemarau.
Selain itu, masyarakat diharapkan untuk mulai menghemat penggunaan air bersih sehari-hari serta senantiasa menjaga kondisi kesehatan fisik di tengah teriknya paparan suhu panas.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026