Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mendorong pembiayaan pelestarian keanekaragaman hayati melalui peluang investasi untuk memperkuat daya saing industri terhadap praktik bisnis berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani mengatakan pemerintah tengah menyiapkan pengembangan skema Biodiversity Credit yang dirancang untuk mendorong investasi swasta dalam perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

“Pemerintah tengah menyiapkan skema pendanaan keanekaragaman hayati, termasuk Biodiversity Credit, untuk mendorong investasi swasta dalam perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan dengan tata kelola yang berintegritas, adil, dan akuntabel,” kata Rasio dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Jumat.

Pengembangan Biodiversity Credit sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan komitmen Indonesia terhadap Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF).

Biodiversity Credit menjadi bagian dari implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang bertujuan memperkuat sistem pembiayaan konservasi melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah juga mendorong perusahaan nasional untuk meningkatkan kapasitas dalam memahami isu perubahan iklim, keanekaragaman hayati, serta instrumen ekonomi lingkungan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperbesar peran dunia usaha dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi hijau di tingkat global.

Komitmen itu diperkuat melalui penyelenggaraan Biodiversity+ Business Forum di Jakarta yang digelar KLH/BPLH dan Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Jerman, serta didukung GIZ Indonesia, KADIN, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), EuroCham, dan Habibie Innovation Incubator.

Commission Manager of the Climate and Biodiversity Hub, GIZ Indonesia & ASEAN, Karin Allgoewer mengatakan forum ini sebagai bagian dari penguatan kerja sama Indonesia dan Jerman dalam mendukung pembangunan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi lintas pemangku yang dihadirkan diharapkan mampu memberikan impulse untuk mendorong kolaborasi sektor swasta dengan pemerintah, mitra pembangunan dan mitra konservasi memainkan peran yang lebih luas di sektor keanekaragaman hayati,” kata Karin.

Sementara itu, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, Thomas Graf, menilai keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset ekonomi strategis yang dapat mendorong inovasi, investasi, serta ketahanan pangan jika dikelola secara bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap pembiayaan berbasis keanekaragaman hayati mampu menjadi motor baru investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelestarian keanekaragaman hayati jadi magnet investasi berkelanjutan

Pewarta: Fitra Ashari
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.