Kudus (ANTARA) - Pelatih Timnas Putri U16 Garuda Pertiwi Timo Scheunemann berharap anak asuhnya dapat tampil maksimal saat menghadapi Thailand pada final Srikandi Merdeka Cup yang dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8).

"Harapan saya pemain-pemain bisa bermain maksimal. Ya, juara enggak juara, bisa menunjukkan kemampuannya. Kami ingin melihat seberapa jauh kami sudah mendekati Thailand yang udah membangun tim sepak bola putri selama 30 tahun lebih," kata Timo saat konferensi pers di Supercaffe Supersoccer Arena Kudus, Sabtu.

Ia juga meminta para pemain untuk tetap tenang dan tidak terbebani dengan tekanan pertandingan, karena ketenangan menjadi salah satu modal penting agar pemain mampu mengeluarkan kemampuan terbaik.

"Saya bilang sama pemain saya, tenang, pelatihnya enggak ikut main," ujarnya.

Timo turut menyampaikan apresiasi kepada Thailand yang bersedia ambil bagian dalam Srikandi Merdeka Cup 2026 karena kehadiran tim-tim dari negara lain memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda Indonesia.

Sementara itu, Pelatih Timnas Putri U16 Thailand Thidarat Wiwasukhu mengakui Garuda Pertiwi sebagai tim yang tangguh dalam ajang Srikandi Merdeka Cup 2026.

Thidarat menilai kekuatan Indonesia terlihat dari permainan yang ditunjukkan sepanjang turnamen. Meski demikian, Thailand datang dengan persiapan matang dan membawa target serius untuk meraih gelar juara.

Ia menegaskan Thailand tidak sekadar datang untuk mengikuti turnamen tetapi berambisi untuk menjadi juara Srikandi Merdeka Cup 2026.

"Kami punya tujuan, dan kami di sini untuk menjadi juara," tegasnya.

Menghadapi pertandingan, Thidarat juga meminta para pemainnya menjalankan taktik yang telah dipersiapkan selama latihan dan ia ingin seluruh pemain menunjukkan karakter sebagai tim yang memiliki ambisi memenangkan pertandingan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Timo minta Garuda Pertiwi tampil maksimal pada final lawan Thailand

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.