Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:12 WIB
VIVA – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, melontarkan peringatan keras terkait padatnya jadwal pertandingan di Piala Presiden 2026. Usai membawa Maung Bandung melaju ke final setelah menyingkirkan Persija Jakarta, Tolic menilai waktu pemulihan yang hanya sekitar 48 jam sebelum laga puncak berpotensi membahayakan kesehatan pemain.
Baca Juga
Pernyataan tersebut disampaikan bukan semata-mata untuk kepentingan Persib. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan dirinya sedang berbicara atas nama seluruh pesepak bola yang tampil di turnamen pramusim, termasuk pemain Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, hingga klub-klub lainnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Tolic, kualitas penyelenggaraan turnamen memang mengalami peningkatan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Namun, ia menilai masih ada aspek mendasar yang perlu diperbaiki apabila sepak bola Indonesia ingin berkembang ke level yang lebih tinggi.
Baca Juga
"Baik, satu-satunya alasan saya membicarakan hal ini sekarang adalah untuk melindungi para pemain. Tidak ada alasan lain selain itu," ujar Igor Tolic dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Persib Vs Persija
Photo :
- Piala Presiden 2026
Baca Juga
Ia kemudian menyoroti aturan FIFA yang mengatur waktu pemulihan pemain setelah pertandingan. Dalam dunia sepak bola modern, masa recovery menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik sekaligus meminimalkan risiko cedera maupun gangguan kesehatan.
"Dalam regulasi FIFA terdapat aturan wajib mengenai waktu istirahat minimal 72 jam di antara dua pertandingan. Aturan itu dibuat untuk melindungi kondisi fisik dan mental para pemain di seluruh dunia," katanya.
Igor Tolic menyinggung kemungkinan terburuk yang bisa dialami seorang pemain apabila dipaksa bertanding tanpa waktu pemulihan yang cukup. Isu tersebut bukan tanpa dasar.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia sepak bola memang beberapa kali dikejutkan insiden pemain kolaps di lapangan akibat gangguan jantung. Kasus paling terkenal terjadi pada Christian Eriksen saat Euro 2020, yang mengalami cardiac arrest ketika pertandingan berlangsung sebelum akhirnya berhasil diselamatkan berkat penanganan medis cepat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemain Timnas Denmark, Christian Eriksen
Photo :
- AP Photo/Matthias Schrader
Selain Eriksen, sejumlah pesepak bola profesional juga pernah mengalami gangguan jantung yang memaksa mereka mengakhiri karier lebih cepat atau menjalani perawatan intensif. Meski setiap kasus memiliki penyebab medis yang berbeda, dokter olahraga selama ini menegaskan bahwa kelelahan ekstrem dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular pada atlet yang memiliki kondisi tertentu.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, jadwal pertandingan, pemulihan fisik, kualitas tidur, hidrasi, hingga pemantauan medis menjadi bagian penting dalam manajemen kebugaran pemain profesional.