Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:30 WIB
Sumedang, VIVA - Polisi menyelidiki dugaan kelalaian kerja buntut longsornya Tembok Penahan Tebing (TPT), pada proyek pembangunan rumah kos di Kecamatan Jatinangor.
Baca Juga
Akibat kejadian tersebut, menyebabkan sebanyak satu orang pekerja meninggal dunia. Polisi hingga kini masih mendalami guna memastikan penyebab kecelakaan kerja itu, termasuk standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan pembangunan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi bersama pemerintah setempat untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut sudah sesuai dengan SOP yang berlaku atau belum," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang, Ajun Komisaris Polisi Tanwin Nopiansah, dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.
Baca Juga
Ia mengatakan pihaknya juga akan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan pekerjaan pembangunan rumah kos tersebut, termasuk mandor dan pemilik bangunan, untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan.
"Kami juga akan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut, termasuk mandor dan pemilik rumah kos, untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan dan mengetahui secara utuh kronologi kejadian," kata dia.
Baca Juga
Dirinya menuturkan seluruh fakta dan keterangan yang diperoleh penyidik nantinya menjadi dasar dalam menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian serta langkah hukum selanjutnya. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung.
Sebelumnya, Kapolsek Jatinangor Komisaris Polisi Rogers Thomas mengatakan seorang pekerja berhasil dievakuasi oleh tim gabungan setelah tertimbun material longsoran TPT proyek rumah kos selama sekitar satu setengah jam dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.
"Korban tertimbun ditemukan kurang lebih satu jam sampai satu setengah jam dari proses evakuasi dilakukan dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter," ucap Rogers.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat para pekerja melakukan persiapan pengerjaan fondasi bangunan rumah kos sebelum melaksanakan ibadah shalat Jumat.
Menurut Rogers, longsoran diduga berasal dari getaran aktivitas penggalian yang menyebabkan fondasi gantung di bagian atas roboh dan menimpa dua pekerja. Satu pekerja berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka di bagian bahu dan pelipis, sedangkan satu pekerja lainnya meninggal dunia karena tidak sempat keluar dari area galian.
Halaman Selanjutnya
"Yang meninggal dunia masih memperbaiki tali sepatu atau masih memakai sepatu, jadi tidak sempat menyelamatkan diri," ujarnya.