...Saya sejak awal menyerukan masyarakat internasional seluruhnya untuk berkonsolidasi mendesak semua pihak menghentikan kekerasan

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong seluruh masyarakat internasional untuk sama-sama menyerukan agar eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat dihentikan, mengingat perang yang terjadi membuat masalah bagi seluruh bangsa.

“Saya sejak awal menyerukan masyarakat internasional seluruhnya untuk berkonsolidasi mendesak semua pihak menghentikan kekerasan," ujar Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa.

Gus Yahya mendesak agar Amerika Serikat dan Israel menghentikan kekerasan yang selama ini diperbuat mereka karena merugikan masyarakat internasional. Pun dunia Islam, Arab, dan Timur Tengah untuk mengusung perdamaian demi keselamatan dan kemaslahatan bersama.

“Marilah kita bicara tentang perdamaian, keselamatan, dan kesejahteraan bersama. Hentikan kekerasan sekarang juga. Semuanya harus berhenti dari kekerasan yang selama ini diperbuat,” kata dia.

Meski sebelumnya berlaku kesepakatan perdamaian melalui Memorandum Islamabad yang diteken pada 17 Juni, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan mulai 7 Juli menyusul perselisihan terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

Baca juga: Pakistan siap lanjutkan peran memfasilitasi perundingan AS-Iran

Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian operasi serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik AS di beberapa titik di kawasan Teluk.

Serangan terbaru dilakukan Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Senin (13/7) dengan dalih melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Seruan PBNU itu selaras dengan desakan Pemerintah Indonesia supaya Amerika Serikat dan Iran terus berpegang pada nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang diteken di Islamabad bulan lalu dan agar segera menghentikan permusuhan di Selat Hormuz.

“Sudah ada MoU kemarin, kita berharap agar dokumen tersebut sama-sama bisa terus dihormati,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono.

Indonesia menilai penting penghentian peperangan dan pemulihan perdamaian di kawasan Teluk, mengingat dinamika yang terjadi di sana akan secara langsung berdampak pada kehidupan masyarakat di Indonesia.

Baca juga: Mengapa Amerika Serikat selalu terlibat dalam konflik militer dunia

Ia pun menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika perang AS-Iran tidak akan berubah dalam memperjuangkan perdamaian dan pemulihan kestabilan kawasan.

Di sisi lain, Ketum PBNU juga menyampaikan pertemuannya dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf saat menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk memberikan penghormatan terhadap pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagaimana pesan Presiden Prabowo Subianto, ia menyampaikan harapan agar ke depan persoalan yang dipertentangkan di dalam konflik diproses melalui jalan damai di meja perundingan.

Namun, Gus Yahya mengatakan bahwa Ketua Parlemen Iran Ghalibaf belum bisa serta merta mengiyakan harapan Indonesia ini, walaupun menyambut baik.

“Tetapi jelas ini perlu iktikad dan inisiatif dari kedua belah pihak, perlu inisiatif dua arah,” kata dia.

Baca juga: Iran peringatkan peran AS di Selat Hormuz melanggar gencatan senjata

Baca juga: Rektor UIN Jakarta: Indonesia harus manfaatkan momen stabilitas global

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.