Tanjung Balai (ANTARA) - Untuk memastikan bantuan pangan tepat sasaran dan diterima langsung keluarga penerima manfaat (KPM), Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memantau langsung penyaluran bantuan berupa beras seberat 30 kg per KPM.

Penyaluran bantuan pangan periode Juli hingga September 2026 tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Senin (14/9/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa program bantuan pangan bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pangan  pasaran agar tetap terkendali serta tidak terjadi kelangkaan.

Wali Kota Mahyaruddin Salim juga meyakinkan masyarakat bahwa beras yang disalurkan memiliki kualitas yang baik dan kuantitas yang sesuai. Ia juga mengingatkan para penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan tersebut untuk meringankan beban ekonomi keluarga.

"Beras yang disalurkan ini kualitas yang baik dan dengan jumlah yang sesuai. Yang paling penting, jangan di  perjualbelikan. Wajib dibawa pulang, dimanfaatkan buat keluarganya. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi Bapak dan Ibu sekalian," ujar Wali Kota. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tanjungbalai, Muslim menjelaskan penyaluran bantuan pangan kali ini merupakan alokasi tiga bulan sekaligus, yakni periode Juli hingga September 2026. 

"Setiap kepala keluarga menerima bantuan sebanyak 10 kg per bulan, sehingga total beras yang diterima masyarakat pada alokasi ini mencapai 30 kg per KK," kata Muslim.

Muslim menambahkan, seluruh data penerima manfaat bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencakup kelompok masyarakat desil 1 hingga 4.

Sesuai catatan, khusus di Kelurahan Beting Kuala Kapias tercatat sebanyak 1.753 KK penerima manfaat dengan total beras yang disalurkan mencapai 52,590 ton. Untuk diketahui atas kebijakan terbaru pemerintah pusat, bantuan berupa minyak goreng sudah tidak dialokasikan lagi.

Pewarta: Yan Aswika
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.