Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperluas Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Puncak Jaya untuk menambah waktu belajar dan memperkuat kemampuan dasar siswa tanpa menerapkan sistem sekolah berasrama.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Nurhaida di Nabire, Kamis, mengatakan SSH tidak menggantikan pembelajaran reguler, tetapi memberikan tambahan waktu belajar dan pendampingan bagi peserta didik.
“Kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua sangat kami harapkan,” katanya saat peluncuran SSH di SD Negeri Mulia, Puncak Jaya.
Melalui program tersebut, siswa datang lebih pagi untuk mengikuti pembelajaran, mendapatkan sarapan dan makan siang, serta mengikuti pembinaan sebelum melanjutkan kegiatan belajar dan pendampingan hingga sore hari.
Ia mengatakan, pemerintah perlu memastikan anak-anak di wilayah dengan keterbatasan geografis dan fasilitas tetap memperoleh kesempatan pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Tidak ada perbedaan kesempatan pendidikan bagi anak-anak, baik yang berada di kota maupun di daerah yang jauh dari pusat fasilitas,” ujarnya.
Ketua Tim SSH Papua Tengah Agus Irianto Sumule mengatakan program tersebut diarahkan untuk memperkuat enam kemampuan literasi, yakni membaca dan menulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta kewargaan yang berlandaskan budaya dan karakter bangsa.
Menurutnya, tambahan waktu belajar memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan pendalaman materi sekaligus pembinaan karakter bersama guru pendamping setelah pembelajaran utama selesai.
Ia mengatakan pelaksanaan SSH membutuhkan sinergi antara guru reguler, guru pendamping, pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua agar tambahan waktu belajar dapat berjalan sesuai tujuan.
Selain kemampuan akademik, program tersebut juga diarahkan untuk membentuk kemampuan literasi digital sehingga siswa dapat memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda mengatakan pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah sehingga orang tua perlu menjaga agar aktivitas anak tidak mengurangi waktu belajar.
“Pendidikan adalah prioritas pembangunan Puncak Jaya. Mereka adalah generasi penerus Puncak Jaya, Papua, dan Indonesia,” katanya.
Program SSH di Puncak Jaya merupakan bagian dari implementasi pada 10 satuan pendidikan di Papua Tengah yang mendapat pendanaan dari pemerintah provinsi. Program tersebut diharapkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pegunungan dalam beberapa tahun ke depan.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.