Jakarta -

Pangeran Emmanuel dari Belgia mulai menunjukkan sisi lain kehidupannya yang jauh dari agenda kerajaan. Putra Raja Philippe dan Ratu Mathilde itu kini serius menekuni dunia musik elektronik sebagai DJ dengan nama panggung Vyntrix.

Di usianya yang belum genap 21 tahun, Emmanuel sudah merilis single solo berjudul Wonder. Ia juga mulai membangun identitas sebagai musisi, lengkap dengan foto promosi, nama panggung, dan pernyataan soal musik yang dibuatnya.

"Vyntrix adalah saya dan dunia saya, tapi dunia itu juga bisa menjadi duniamu," ungkap Emmanuel saat memperkenalkan proyek musiknya, seperti dikutip dari Hola Magazine.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas ini awalnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang serius oleh pihak kerajaan. Saat ditanya mengenai musik putranya dalam kunjungan kenegaraan ke Chile tahun lalu, Ratu Mathilde sempat menyebutnya sebagai kegiatan santai bersama teman-teman. Namun, kini Emmanuel serius dengan karier barunya itu.

Baru-baru ini, Emmanuel mempromosikan lagu barunya lewat serangkaian foto hitam putih di berbagai sudut Brussel. Di sinilah sisi lain kehidupan Emmanuel mulai terlihat. Di depan publik, ia tetap menjalankan perannya sebagai anggota keluarga kerajaan, namun di luar itu, ia tengah membangun dunia yang sangat berbeda sebagai Vyntrix.

Pangeran Emmanuel dari BelgiaPangeran Emmanuel dari Belgia Foto: dok. Instagram

Pilihan Emmanuel menjadi menarik dan terbilang kontroversial karena Ia adalah putra langsung Raja Belgia dan berada di urutan ketiga garis suksesi. Kakaknya, Putri Elisabeth, merupakan penerus takhta dan baru menyelesaikan pendidikan master di Harvard Kennedy School. Sementara Pangeran Gabriel menjalani jalur yang lebih konvensional melalui pendidikan dan karier militer.

Emmanuel sebelumnya sempat mengambil jurusan International Business Management and Marketing di KU Leuven pada 2025. Namun sekitar tiga bulan kemudian, ia meninggalkan program tersebut dan melanjutkan pendidikan di bidang business development.

Sejak kecil Emmanuel telah belajar saksofon. Ia kemudian membuat proyek musik elektronik bersama musisi dan produser asal Paris, Louis-Elzéar de Monspey, sebelum akhirnya mencoba peruntungan sebagai artis solo.

(kik/kik)