Beirut (ANTARA) - Palestina berharap Rusia memainkan peran yang lebih besar dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah, mengingat Rusia tetap menjadi salah satu pihak utama dan berpengaruh dalam proses tersebut.
"Rusia adalah salah satu peserta utama dan berpengaruh dalam proses perdamaian, tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga secara global. Oleh karena itu, kami sangat berharap perannya semakin diperkuat pada tahap saat ini," kata Menteri Ekonomi Palestina Mohammed al-Amour dalam wawancara dengan RIA Novosti yang diterbitkan pada Sabtu.
Menteri al-Amour yakin Rusia dapat memberikan pengaruhnya ke Israel dan membantu mewujudkan perdamaian di kawasan. Dia juga memuji dukungan politik dan ekonomi yang diberikan Rusia kepada rakyat Palestina, serta upayanya dalam memfasilitasi dialog antar-faksi Palestina.
Menurut dia, otoritas Palestina berupaya memperkuat dan memulihkan hubungan dengan Rusia serta negara-negara lain, terutama di tengah perkembangan situasi regional saat ini. Menteri itu juga berharap Rusia dapat terus memberikan dukungan politik dan ekonomi kepada Palestina.
Mengenai Dewan Perdamaian untuk Gaza, al-Amour mengatakan lembaga tersebut belum menunjukkan kemajuan nyata sejak dibentuk. Oleh karena itu, menurutnya, hasil kerja dan prioritasnya perlu ditinjau kembali.
Dia menegaskan persoalan Palestina tetap menjadi akar utama dalam ketegangan di Timur Tengah, sehingga perlu penyelesaian politik lewat mekanisme internasional.
Al-Amour menekankan rakyat Palestina harus memperoleh hak untuk mendirikan negara mereka sendiri. Namun, menurutnya, Israel menolak pendekatan tersebut dan mengabaikan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya.
Palestina juga terus mengandalkan dukungan masyarakat internasional serta penerapan hukum internasional, katanya.
Konflik Israel-Palestina telah menjadi sumber ketegangan dan permusuhan di kawasan selama beberapa dekade.
Dengan peran aktif Uni Soviet, pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi resolusi yang mengusulkan pembentukan dua negara, yakni Israel dan Palestina. Namun, yang kemudian berdiri hanya negara Israel.
Rusia menegaskan bahwa krisis tersebut hanya dapat diselesaikan melalui solusi dua negara sebagaimana disetujui Dewan Keamanan PBB, yakni pembentukan negara Palestina yang merdeka dalam perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Palestina harap Rusia berperan lebih besar untuk perdamaian
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.