Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Pagar Nusa dan Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia menjalin kerja sama strategis untuk memperluas akses pendidikan profesi hukum bagi kader Pagar Nusa, dengan menargetkan sebanyak 2.000 kader mendapatkan beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengungkapkan bahwa kehormatan seorang pendekar terletak pada kesanggupannya menggunakan kekuatan untuk melindungi sesama.

Dalam kehidupan bernegara, tanggung jawab tersebut menuntut kecakapan memahami hukum dan memperjuangkan hak melalui jalan yang beradab.

Baca juga: Pagar Nusa perkuat konsolidasi organisasi songsong Muktamar NU

Nabil menyebut kerja sama dengan DPN Indonesia sebagai kado menjelang Hari Santri. Momentum ini diharapkan dapat memperluas medan pengabdian kader dalam menjaga martabat manusia dan membantu warga memperjuangkan haknya, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan pengetahuan maupun biaya.

Senada dengan hal tersebut, Presiden DPN Indonesia Dr Faizal Hafied menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung peningkatan kapasitas hukum kader Pagar Nusa yang dinilai memiliki tradisi kuat dalam menjaga kiai, agama serta bangsa.

Faizal menjelaskan bahwa target 2.000 beasiswa PKPA ini dirancang untuk membekali kader dengan pendidikan profesi hukum.

Sementara itu, dukungan lanjutan atau fasilitasi "karpet merah" hingga Ujian Profesi Advokat (UPA) dan pengambilan Berita Acara Sumpah (BAS) akan diberikan secara khusus bagi peserta yang terpilih dan berprestasi dari kelompok tersebut.

Katib Syuriah PBNU, KH Ahmad Sudrajat menyambut baik sinergi ini. Ia menilai penguatan kapasitas hukum bagi kader Nahdlatul Ulama tersebut akan membawa manfaat nyata dalam memperluas pendampingan bagi masyarakat luas yang membutuhkan keadilan.

Nota kesepahaman antara kedua pihak ditandatangani di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Jumat (16/10) yang disaksikan langsung oleh Katib Syuriah PBNU KH Ahmad Sudrajat.

Baca juga: Tim Pertabiban Pagar Nusa layani terapi ratusan peserta Harlah NU

Baca juga: Pagar Nusa kecam tindakan berlebihan petugas keamanan

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan para kader dalam mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum, sekaligus memperluas pengabdian melalui Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum (LABH).

Selain program PKPA, tersedia kesempatan dukungan lanjutan bagi peserta terpilih dan berprestasi hingga tahap pengambilan sumpah advokat.

Acara penandatanganan kerja sama yang diwarnai dengan peragaan jurus pencak silat oleh Ketua LABH PP Pagar Nusa, Dr Ahmad Muzakka tersebut menjadi wujud nyata kesiapan para kader dalam memadukan tradisi pendekar dengan pengabdian profesional di bidang hukum.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.