Senin, 26 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Riyadh, VIVA – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengklaim telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman menuju Riyadh, Senin, 26 Oktober 2026. Ancaman terbaru ini muncul setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali dibuka sebagian, menyusul penangguhan operasional akibat serangan sebelumnya.

Baca Juga

Juru bicara koalisi militer Arab Saudi, Turki Al-Maliki, mengatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal yang diarahkan ke ibu kota Saudi. Koalisi juga mengklaim telah menghancurkan dua peluncur rudal balistik di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami melanjutkan proses pembongkaran jaringan rudal balistik milisi teroris Houthi," tulis Al-Maliki melalui platform X, seperti dikutip Senin, 26 Oktober 2026.

Baca Juga

Pernyataan koalisi tersebut muncul setelah juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim kelompoknya kembali menargetkan Bandara Internasional Riyadh menggunakan rudal balistik. Houthi juga mengaku menyerang stasiun pompa minyak dengan pesawat nirawak atau drone.

Klaim serangan dari kedua pihak itu menambah ketidakpastian keamanan di Arab Saudi, terutama bagi aktivitas penerbangan dan infrastruktur strategis yang sebelumnya terdampak konflik.

Baca Juga

Bandara Riyadh Baru Dibuka Sebagian

Ancaman terbaru terhadap Bandara Internasional King Khalid menjadi perhatian karena fasilitas tersebut baru kembali beroperasi sebagian pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Bandara sebelumnya menangguhkan operasional menyusul serangan Houthi pada 10 Oktober yang dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Insiden tersebut disebut sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Setelah pengumuman pembukaan kembali, kelompok Houthi justru menyatakan bandara tersebut masih tidak aman dan tetap menjadi sasaran militer.

Saree sebelumnya mendesak maskapai penerbangan dan para pelancong menghindari bandara Riyadh. Ia juga memperingatkan bahwa Arab Saudi harus menanggung konsekuensi dari operasi militer yang menargetkan fasilitas tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Minggu, koalisi militer pimpinan Saudi menyatakan telah mencegat sedikitnya 10 rudal balistik. Sehari setelahnya, koalisi kembali mengumumkan keberhasilan pencegatan rudal yang diarahkan menuju Riyadh.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelangsungan operasional penerbangan. Penutupan bandara sebelumnya turut mengganggu perjalanan penumpang dan memaksa penundaan konferensi investasi utama Arab Saudi hingga 2027. Reli Dakar juga termasuk dalam daftar acara yang dibatalkan, ditunda, atau dipindahkan akibat dampak perang.

Halaman Selanjutnya

Kedutaan AS Peringatkan Ancaman Serangan Lanjutan