Jakarta -
BYD dijadwalkan meresmikan pabriknya di Subang pekan ini. Jadwalnya molor dari yang seharusnya awal tahun 2026?
BYD bakal meresmikan pabriknya di Indonesia yang berdiri di kawasan Subang Metropolitan. Dari undangan yang diterima redaksi detikOto, peresmian pabrik itu bakal dilangsungkan pada Kamis, 3 September 2026 di Pabrik BYD Indonesia, Subang Smartpolitan Industrial Park, Subang, Jawa Barat. Tertulis juga bahwa peresmian pabrik itu rencananya bakal dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang BYD di Indonesia, kami telah menyelesaikan pembangunan fasilitas perakitan kendaraan energi baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat, di area seluas 126 hektare," demikian tertulis dalam undangan.
Berdasarkan catatan detikOto, pihak BYD sebelumnya menyebut bahwa pabrik di Subang itu akan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2026. Itu artinya paling lambat, bulan Maret 2026, pabrikan asal Shenzhen itu sudah memproduksi mobil 'buatan' Subang.
Namun kalau mengacu pada data produksi yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, per Juli 2026, belum ada nama BYD di daftar tersebut. Data produksi Gaikindo per Juli itu terdiri atas 26 merek yaitu, Toyota, Mitsubishi Motors, Daihatsu, Suzuki, Hyundai, Honda, Jaecoo, Mitsubishi Fuso, Isuzu, Hino, Wuling, Geely, Chery, Xpeng, Jetour, Polytron, DFSK, UD Truck, BMW, Mercedes-Benz Commercial Vehicle, GWM, Mini, Morris Garage (MG), dan Maxus.
BYD juga masih melakukan aktivitas impor namun tak berlaku untuk semua model. Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan sebelumnya mengungkap bahwa pabrik di Subang sejatinya sudah memproduksi beberapa unit mobil.
"Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut," jelas Luther pada Juni lalu.
Menyoal model mobil yang diproduksi secara lokal belum diketahui secara pasti. Namun tiga model yakni BYD M6 DM, BYD M6 EV, dan BYD Atto 1 kabarnya bakal diproduksi di Subang.
Sebelum peresmian, pabrik BYD di Subang sempat ramai keluhan pungli. Tak cuma itu, pabrik juga sempat dilanda kebakaran namun bukan di fasilitas produksi.
Sebagai informasi tambahan, pabrik BYD di Subang itu menjadi bagian penting dari komitmen pabrikan berkaitan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023, mobil listrik produksi lokal wajib memenuhi TKDN minimal 40 persen pada periode 2022-2026. Setelah itu angkanya naik menjadi 60 persen pada 2027-2029 dan 80 persen mulai 2030.
Sebelumnya, pemerintah juga menagih komitmen produsen mobil listrik, termasuk BYD, untuk memenuhi janji produksi lokal setelah menikmati insentif impor mobil listrik utuh atau completely built up (CBU).
(dry/rgr)