Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk kembali mengguncang dunia dengan prediksi yang terdengar tak masuk akal. Dalam sepuluh tahun lagi, tepatnya pada tahun 2036, uang tak lagi memiliki arti penting bagi manusia.

Dalam wawancara eksklusif bersama pemimpin redaksi majalah The Economist, Zanny Minton Beddoes, miliarder pemilik Tesla dan SpaceX itu meyakini dunia akan memasuki era "berlimpah" berkat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

"Untuk apa kamu membutuhkan uang? Uang digunakan untuk mendapatkan barang dan jasa-makanan, tempat tinggal, transportasi, hiburan. Jika robot dan AI mampu menyediakan lebih banyak kebutuhan daripada yang bisa dikonsumsi manusia, maka uang tidak lagi berguna," ujar Musk.

Elon Musk kini adalah manusia terkaya di dunia. Menurut Forbes, harga Musk mencapai US$ 725,1 miliar (Rp 13.050 triliun). Kekayaan itu sebagian besar berasal dari saham yang dimilikinya di Tesla dan SpaceX.

Namun, pernyataan berani ini muncul di tengah rekam jejak Musk yang kerap meleset dalam target dan perkiraannya selama bertahun-tahun. Meskipun dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di bidang teknologi, Musk dikenal sering menetapkan tenggat waktu yang terlalu optimistis tetapi akhirnya gagal terpenuhi.

Beberapa contoh utamanya antara lain:

  • Mobil tanpa pengemudi: Pada tahun 2015, ia menjanjikan fitur mengemudi sepenuhnya otomatis atau Full Self-Driving akan selesai pada 2018. Hingga tahun 2026, teknologi tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum bisa beroperasi tanpa pengawasan manusia. Pada 2019, ia bahkan memastikan akan ada satu juta taksi otonom Tesla yang beroperasi pada 2020, namun kenyataannya belum ada yang berjalan secara komersial luas.
  • Misi ke Mars: Musk pernah menyatakan manusia akan mendarat di Mars pada tahun 2024 atau 2026. Kini target itu digeser paling cepat pada 2028 hingga 2030.
    Proyek kereta cepat Hyperloop: Diusulkan pada 2013 dengan janji bisa melaju hingga 1.100 km/jam dan menghubungkan Los Angeles-San Francisco dalam waktu singkat, proyek ini akhirnya terbengkalai dan tidak ada jalur komersial yang dibangun.
  • Pengambilalihan X (dahulu Twitter): Saat membeli platform ini pada 2022, ia berjanji akan mengubahnya menjadi "aplikasi serba guna" layaknya WeChat, membersihkan akun palsu, dan meningkatkan pendapatan iklan. Namun kenyataannya, pendapatan iklan justru turun tajam dan visi tersebut belum terwujud.

Musk juga kembali menegaskan pandangannya bahwa "energi adalah mata uang sejati". Ia menilai uang kertas yang dikeluarkan negara mudah dibuat-buat nilainya, sedangkan energi tidak bisa direkayasa. Pandangan ini memicu spekulasi dukungan diam-diam Musk terhadap aset kripto, terutama Bitcoin. Saat ini, SpaceX dikabarkan menyimpan 18.712 Bitcoin, sedangkan Tesla memiliki 11.509 Bitcoin. Jika digabungkan dengan harga saat ini sekitar US$65.000 per koin, nilai aset keduanya mencapai hampir US$2 miliar.

Musk juga menyebut perlombaan pengembangan AI di dunia menjadi alasan mengapa harga emas, perak, dan Bitcoin mengalami kenaikan nilai dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, harga Bitcoin tahun ini bergerak mendatar dan sempat merosot ke bawah US$ 65.000 pada Februari lalu.

(dem/dem)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]