Denpasar (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali mengajukan anggaran untuk operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD) pada tahun 2027 sebesar Rp58 miliar atau meningkat dari tahun 2026 yang sebesar Rp56 miliar.

Kepala Dishub Provinsi Bali I Kadek Mudarta dikonfirmasi di Denpasar, Minggu, mengatakan nominal ini meningkat menyusul terus meningkatnya jumlah pengguna layanan serta perlunya peningkatan kualitas layanan.

“Mulai April sampai Mei, Juli, Agustus itu sudah membaik (jumlah penumpang) terutama mulai Juli dan sampai jalan Agustus itu sudah di atas 5.000 penumpang per hari,” kata Kadek Mudarta.

Ia menjelaskan perkembangan jumlah penumpang Bus TMD sepanjang Januari hingga pertengahan Agustus tahun 2026 secara umum menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Layanan transportasi tersebut mencatatkan pemulihan signifikan setelah sempat mengalami penurunan jumlah penumpang pada Februari dan Maret akibat tingginya curah hujan.

Peningkatan jumlah penumpang tersebut tidak hanya terlihat dari akumulasi jumlah penumpang secara harian, tetapi juga dari produktivitas armada.

Indikator efisiensi operasional tercermin dari bertambahnya volume penumpang yang diangkut oleh setiap unit bus yang beroperasi setiap harinya.

Selain indikator kuantitatif, Dishub Bali juga mencatat adanya perubahan positif secara kualitatif.

Respons dan apresiasi masyarakat terhadap keberadaan serta kualitas pelayanan Bus TMD dinilai semakin membaik, sebagaimana terlihat melalui berbagai saluran media dan sumber informasi daring.

Meskipun Dishub Bali belum melakukan survei khusus mengenai data demografi maupun komposisi penumpang berdasarkan profesi dan tujuan perjalanan, pola pergerakan penumpang yang memuncak pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari mengindikasikan bahwa Bus TMD telah menjadi sarana mobilitas utama bagi para pekerja.

“Kalau kita melihat pola jumlah penumpangnya yang ramai itu pagi dan sore, jadi itu mewakili ciri khas dari layanan komuter, jadi layanan untuk orang bekerja,” ujar Kadek Mudarta.

Di samping penumpang lokal, wisatawan mancanegara juga tercatat memanfaatkan moda transportasi ini, terutama pada rute-rute strategis yang menghubungkan titik-titik krusial seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai dan kawasan pariwisata Ubud.

“Yang wisatawan asing itu paling yang naik ke bandara atau koridor-koridor tertentu seperti ke Ubud, tapi jumlahnya memang tidak terlalu banyak,” ucapnya.

Menyesuaikan dengan peningkatan kinerja layanan dan volume pengguna, Dishub Bali telah mengajukan usulan alokasi anggaran operasional bus TMD untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp58 miliar atau lebih.

Penyesuaian kebutuhan anggaran tersebut salah satunya diperuntukkan guna mengantisipasi eskalasi biaya operasional dan kenaikan biaya tenaga kerja, termasuk penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berfluktuasi setiap tahunnya.

“Untuk tahun depan Rp58 miliar untuk TMD saja, tahun ini kurang lebih Rp56 miliar sekian,” katanya.

Mengenai skema pembiayaan, keberlanjutan operasional Bus TMD akan tetap diarahkan melalui pola kolaborasi Pemprov Bali dan kabupaten/kota.

Hal ini mengingat rute layanan transportasi massal tersebut melintasi empat wilayah aglomerasi utama di Bali, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita).

Dari aspek kemampuan armada, Dishub Bali memastikan jumlah Bus TMD yang disiagakan untuk mendukung operasional pada tahun 2027 sebanyak 75 unit.

Sebanyak 69 unit diproyeksikan beroperasi melayani rute harian secara regular, sementara sisanya disiagakan sebagai unit cadangan.

Sementara terkait rencana pengadaan dan perluasan armada bus listrik, Mudarta menuturkan bahwa penambahan unit berbasis listrik memang akan direalisasikan.

Namun, pengoperasiannya berada di bawah skema dan merek Bus Sarbagita, bukan bagian dari program Bus TMD.

Pembedaan skema operasional tersebut dipengaruhi oleh mekanisme kepemilikan aset daerah, di mana armada Trans Metro Dewata dikelola dengan sistem pembelian layanan (buy the service) dengan aset kendaraan dimiliki oleh pihak operator pemenang tender, sedangkan armada bus listrik Sarbagita berbasis pada kepemilikan aset oleh pemerintah daerah.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.