Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI lewat Program Baznas Microfinance Desa (BMD) berhasil mengembangkan usaha makanan ringan milik mustahik asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah Hatriyawati (50) yang mampu meningkatkan omzet penjualan mencapai Rp12 juta per bulan.

Hatriyawati mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan Baznas, mulai dari bantuan permodalan, pelatihan, pengembangan kemasan produk hingga perizinan sertifikasi halal.

"Setelah dibantu, lebih banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan pemasaran juga menjadi lebih luas," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Hatriyawati menuturkan sebelum mendapatkan bantuan Baznas, dirinya hanya mampu memproduksi kurang dari 100 bungkus dengan omzet sekitar Rp800.000 dalam satu kali produksi. Kini, kapasitas produksinya meningkat hingga 200 bungkus dalam satu kali produksi.

"Alhamdulillah, setelah dibantu Baznas saya bisa memproduksi satu sampai dua kali dalam seminggu dengan omzet rata-rata Rp12 jutaan per bulan," ujarnya.

Peningkatan produksi membuat Hatriyawati semakin terdorong untuk mengembangkan usahanya. Ia berencana menambah jumlah produksi sekaligus mencoba mengembangkan jenis makanan ringan lainnya agar pilihan produknya semakin beragam dan peluang pemasaran semakin luas.

"Terima kasih Baznas dan para muzaki atas semua bantuan yang diberikan, sehingga usaha saya terus berkembang. Dengan perkembangan usaha yang pesat ini, saya berharap dapat memiliki outlet sendiri dan semakin mengembangkan produk milik saya," ucap Hatriyawati.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad mengatakan perkembangan usaha Hatriyawati menjadi salah satu contoh bahwa program pemberdayaan zakat dapat mendorong mustahik untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Ia menjelaskan program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha serta diharapkan jadi solusi dalam meningkatkan penghasilan.

Menurut Idy, keberhasilan tersebut merupakan kolaborasi yang baik antara keuletan mustahik dengan dukungan permodalan hingga pelatihan yang diberikan Baznas.

"Inilah tujuan program pemberdayaan Baznas, membuat mustahik lebih berdaya, mandiri dan diharapkan nantinya bisa menjadi muzaki. Baznas ingin mencetak lebih banyak lagi muzaki-muzaki baru dari kalangan mustahik," katanya.

Menurutnya, perjalanan Hatriyawati menunjukkan bagaimana usaha yang bermula dari penjualan sederhana dapat terus berkembang ketika pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Selain mengembangkan usaha mustahik, ucap Idy, keberadaan BMD juga menjadi upaya Baznas agar mustahik memiliki akses permodalan yang lebih baik, sehingga mustahik tidak terjerat praktik rentenir.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.