Petugas membantu pengguna kendaraan melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio disel B50 di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Biodiesel B50 sebagai langkah memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah telah melakukan pengujian B50 secara komprehensif pada enam sektor pengguna mesin diesel, yaitu otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Selain Bali dan Batam, Provinsi Jawa Barat disebut juga mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, menurut Ombudsman RI Jabar termasuk satu dari 10 provinsi yang mengalami kelangkaan BBM.

Reno Fri Daryanto, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional JBB memastikan terus melakukan penyaluran BBM di seluruh wilayah Bandung Raya dan Tol Purbaleunyi. "Kondisi kepadatan yang terjadi di beberapa SPBU Rest Area Purbaleunyi bersifat situasional, tidak terjadi setiap hari, dan saat ini sudah terurai. Hal tersebut merupakan fluktuasi normal akibat peningkatan konsumsi pada jam sibuk," ucap dia melalui keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan PT Jasa Marga untuk pengaturan kendaraan yang masuk rest area dan mengaktifkan petugas Marshall untuk percepatan layanan. "Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Info layanan hubungi Call Center 135 dan MyPertamina," kata dia.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan pasokan bahan bakar minyak di Bali. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi distribusi selama 24 jam dan pengaturan penyaluran berdasarkan prioritas stasiun pengisian bahan bakar umum.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, pengaturan pengiriman dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta kondisi di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mempercepat pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat.

“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” kata Ahad dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).