Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi para nelayan di Desa Banagan, Kabupaten Tolitoli, melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) atau pelatihan.
“Kami ingin nelayan tidak hanya tangguh saat melaut, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan,” kata Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra di Palu, Rabu.
Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang bersinergi dengan pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Banagan.
Menurut dia, Desa Banagan merupakan salah satu lokasi calon KNMP Tahap I. Meskipun KNMP di wilayah tersebut belum beroperasi, OJK telah melakukan langkah inkubasi untuk mempersiapkan masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem keuangan yang akan dibangun melalui program tersebut.
Melalui program ini, kata dia, nelayan didorong untuk memahami pengelolaan keuangan yang baik, memanfaatkan layanan keuangan formal seperti tabungan dan asuransi, serta mengakses pembiayaan produktif guna mendukung keberlanjutan usaha.
Baca juga: Pemerintah kembangkan literasi keuangan bagi petani hingga nelayan
Baca juga: Musim Mas bidik peningkatan literasi keuangan untuk petani wanita
Ia menjelaskan kegiatan Training of Trainers diikuti oleh 130 nelayan. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai literasi serta inklusi keuangan agar siap memanfaatkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan ketika ekosistem KNMP mulai beroperasi.
Bonny mengatakan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan penting bagi nelayan untuk mendukung keberlanjutan usaha, termasuk melalui pemanfaatan layanan keuangan formal seperti tabungan, asuransi, dan pembiayaan produktif.
Selain membekali peserta, kegiatan ToT diharapkan melahirkan agen literasi keuangan di tingkat masyarakat yang dapat menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, serta perlindungan konsumen.
“OJK Sulawesi Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan pelaku industri jasa keuangan dalam mendukung pengembangan KNMP di Desa Banagan melalui Program EKI,” ujarnya.
Ia menambahkan upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat pesisir terhadap layanan keuangan formal, memperkuat ketahanan usaha nelayan, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Desa Banagan.
Baca juga: Bank BJB sasar nelayan Cirebon untuk program literasi keuangan
Baca juga: UNJ tingkatkan literasi nelayan soal asuransi dan tata kelola keuangan
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.