Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memacu sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, salah satunya dengan fokus pada segmen keluarga.
"Literasi keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun keluarga yang sejahtera dan berkelanjutan,β kata Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, Senin.
Menurutnya, apabila keluarga memiliki tingkat literasi keuangan yang baik, maka cenderung lebih mampu memenuhi kebutuhan dasar, mempersiapkan dana darurat, hingga merencanakan pendidikan anak dengan lebih baik.
"Keluarga dengan literasi keuangan yang baik, juga biasanya lebih baik dalam menghadapi risiko ekonomi sehingga dapat meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Adapun salah satu upaya penguatan literasi keuangan pada keluarga ini, dilakukan OJK dengan berkolaborasi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Primandanu memaparkan, minggu lalu berkolaborasi bersama BKKBN, pihaknya menyelenggarakan edukasi keuangan pada Kampung Keluarga Berkualitas di Desa Hanjak Maju, Kabupaten Pulang Pisau.
Baca juga: OJK dorong penerapan "universal banking" di PFII
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif dalam membangun keluarga cerdas finansial, mandiri, sejahtera dan berkualitas melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan serta pengelolaan keuangan keluarga.
Kepala Desa Hanjak Maju Supiani mengatakan kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan keluarga.
"Saya berharap edukasi ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa dalam membangun keluarga yang lebih mandiri, sejahtera dan berkualitas," ucapnya.
Kepala Kantor BKKBN Kalimantan Tengah Iqbal Apriansyah mengatakan, melalui kerja sama yang baik dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan, keluarga diyakini akan lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan maupun tantangan ekonomi di masa mendatang.
βSetiap keluarga perlu memahami cara mengelola keuangan secara bijak, agar pengeluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuangan yang telah direncanakan,β katanya.
Dalam kolaborasi ino, di antaranya OJK menyampaikan materi mengenai prinsip pengelolaan keuangan keluarga, antara lain menetapkan tujuan keuangan, menyusun anggaran, menyiapkan dana darurat, memiliki perlindungan dan investasi, serta memastikan setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan telah memenuhi prinsip Legal dan Logis.
Sementara itu, perwakilan lembaga jasa keuangan memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung pengelolaan keuangan keluarga secara lebih aman, terencana, dan sesuai kebutuhan.
Baca juga: OJK: Nilai investasi saham di Bali capai Rp8,25 triliun per April 2026
Baca juga: OJK Kalteng: Kredit modal kerja capai Rp19,25 triliun per Mei 2026
Baca juga: OJK: Stabilitas SJK Kalteng triwulan II terjaga dengan baik di tengah dinamika global
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.