OJK anugerahi insan Bank Kalteng Financial Literacy Award 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026 08:18 WIB
Penyerahan penghargaan dalam rangkaian Puncak Hari Indonesia Menabung, KEJAR Award dan Financial Literacy Award 2026 yang diselenggarakan di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi (28/8). (ANTARA/HO-Bank Kalteng)
Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganugerahi salah seorang insan Bank Kalteng Anas Wahid Maulana dengan Financial Literacy Award (FLA) 2026 dalam kategori OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI Kantor Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Terbaik.
Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah dalam keterangannya yang diterima di Palangka Raya, Sabtu mengatakan sebagai bank daerah, Bank Kalteng tak hanya hadir menyediakan layanan keuangan tetapi juga mengambil bagian dalam membangun kecakapan masyarakat dalam pengelolaan keuangan.
"Kami mengapresiasi kontribusi Anas dan berharap praktik baik ini terus diperluas serta menginspirasi insan Bank Kalteng lainnya,” tutur Maslipansyah.
Pencapaian tersebut menempatkan Bank Kalteng sebagai satu-satunya bank pembangunan daerah yang diwakili penerima penghargaan dalam kategori OJK PEDULI Kantor PUJK Terbaik 2026.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Puncak Hari Indonesia Menabung, KEJAR Award dan Financial Literacy Award 2026 yang diselenggarakan di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi (28/8).
Baca juga: Bank Kalteng jajaki pembiayaan mahasiswa kuliah di UMPR
Apresiasi tersebut diberikan atas kontribusi aktif Anas menjalankan edukasi keuangan melalui program Betang Tabela Harati, sebuah gerakan literasi keuangan memadukan kearifan lokal Kalimantan Tengah dengan pendekatan edukasi langsung dan pemanfaatan media digital.
Mengusung semangat “Satu Betang, Cerdas Bersama, Bahalap Kehidupan”, Betang Tabela Harati dikembangkan melalui tiga pilar, meliputi Harati Edukasi, Harati Digital dan Harati Impact.
Ketiganya diarahkan memperluas akses edukasi, meningkatkan pemahaman serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.
Sepanjang 2025–2026 Anas telah melaksanakan 17 kegiatan edukasi langsung yang menyasar pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, ibu rumah tangga, komunitas, kelompok marginal, pegawai serta masyarakat umum.
Edukasi tersebut mengangkat berbagai materi, mulai dari kebiasaan menabung sejak dini, perencanaan keuangan, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, pelindungan konsumen dan data pribadi, hingga kewaspadaan terhadap investasi ilegal, penipuan digital, pinjaman daring ilegal dan judi daring.
Pelaksanaan edukasi dilakukan secara tatap muka maupun melalui media digital. Program tersebut mencatat 45.075 peserta edukasi langsung dan daring, distribusi materi edukasi melalui WhatsApp dan Telegram kepada 607.071 penerima, serta publikasi 218 konten media sosial dengan total interaksi mencapai 1.147.271.
Untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, Anas juga mengembangkan sejumlah inovasi, antara lain barcode literasi, buku digital perencanaan keuangan, materi edukasi berbasis segmentasi, pemanfaatan media informasi di lingkungan kantor dan kampus, serta kelompok pendampingan sebagai sarana edukasi berkelanjutan.
Perjalanan Anas sebagai penggiat literasi bermula dari keterlibatannya sebagai Enumerator Survei Konsumen Bank Indonesia pada 2016 dan berlanjut melalui berbagai kegiatan edukasi serta kompetisi literasi pasar modal.
Anas mengatakan pengalaman mendampingi masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah kemudian mendorong lahirnya Betang Tabela Harati sebagai gerakan edukasi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.