Sebelumnya, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan Vietnam akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara sejumlah negara ASEAN pada 2026. Dalam OECD Economic Outlook Volume 2026 Issue 1, ekonomi Vietnam diproyeksikan tumbuh 6,5%, diikuti Indonesia 4,7%, Malaysia 4,2%, Filipina 3,2%, dan Thailand 1,7%.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa seluruh negara menghadapi tekanan dari kenaikan harga energi global dan dampak konflik yang berkembang di Timur Tengah. Namun, tingkat ketahanan masing-masing negara berbeda tergantung struktur ekonomi, ketergantungan terhadap impor energi, serta kondisi permintaan domestik.

OECD mencatat Vietnam masih akan mencatat pertumbuhan paling kuat meskipun laju ekspansinya melambat dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, investasi yang didorong proyek sektor publik, serta ekspor yang masih ditunjang permintaan teknologi baru.

“PDB diproyeksikan tumbuh 6,5% pada 2026 dan 6,2% pada 2027. Konsumsi swasta akan tetap kuat karena pertumbuhan upah dan lapangan kerja yang solid, sementara pertumbuhan investasi akan didukung oleh proyek-proyek yang dipimpin sektor publik dalam rencana lima tahun yang baru,” tulis OECD mengenai Vietnam dikutip Kamis (4/6/2026).

Untuk Indonesia, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,7% pada 2026 sebelum meningkat menjadi 5,0% pada 2027. Namun, kenaikan harga energi global, biaya pinjaman yang lebih tinggi, dan ketidakpastian kebijakan diperkirakan akan membebani konsumsi serta investasi swasta.

“PDB riil diproyeksikan tumbuh sebesar 4,7% pada 2026 dan 5,0% pada 2027. Harga energi global yang lebih tinggi, meningkatnya biaya pinjaman setelah pengetatan kebijakan moneter baru-baru ini, dan ketidakpastian kebijakan yang masih tinggi diperkirakan akan menekan konsumsi dan investasi swasta di tengah pasar tenaga kerja yang melunak,” tulis OECD mengenai Indonesia.