Jakarta -

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan objek wisata zaman sekarang bukan sekadar pelengkap, namun sudah jadi faktor utama untuk menarik wisatawan.

Industri rekreasi keluarga saat ini memiliki peran yang semakin strategis, karena wisatawan tidak lagi sekadar mencari destinasi, melainkan pengalaman yang aman, interaktif, dan berkesan.

"Objek wisata kini bukan lagi sekadar pelengkap sebuah destinasi, tetapi telah menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan lebih banyak uangnya," ujar Ni Luh seperti dikutip, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tren tersebut sejalan dengan meningkatnya minat wisata keluarga di berbagai negara. Survei perjalanan keluarga di Amerika Serikat pada 2025 menunjukkan taman hiburan dan taman air menjadi salah satu pertimbangan utama wisatawan dalam memilih destinasi.

Oleh karena itu, pembangunan taman rekreasi, museum, pusat hiburan keluarga, hingga destinasi wisata edukatif dinilai bukan hanya memperkaya atraksi wisata, tetapi juga memperkuat daya saing destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ni Luh mengungkapkan di tengah ketidakpastian geopolitik global, sektor pariwisata Indonesia masih menunjukkan kinerja positif.

Sepanjang Januari-Juni 2026, Indonesia menerima 7,45 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan, atau tumbuh 2,71 persen.

"Ini menunjukkan permintaan terhadap pariwisata Indonesia terus meningkat. Peluang tersebut harus dijawab dengan menghadirkan destinasi yang inovatif, berkualitas, aman, dan ramah keluarga," katanya.

Ia menambahkan, lebih dari 60 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia masih berasal dari kawasan Asia. Karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian strategi pemasaran dengan memperkuat promosi ke pasar Asia dan Oseania di tengah dinamika geopolitik global.

"Hasilnya cukup baik. Di tengah situasi global yang penuh tantangan, kunjungan wisatawan dari kawasan Asia dan Oseania tetap mampu menopang pertumbuhan sektor pariwisata nasional," ujarnya.

(wsw/wsw)