Bagikan:

JAKARTA - Obat GLP-1 yang banyak dipakai untuk diabetes tipe 2 dan penurunan berat badan dikaitkan dengan risiko rambut rontok. Risikonya disebut rendah, tetapi tetap lebih tinggi dibandingkan obat diabetes lain.

Euronews dikutip Sabtu, 25 Juli, melaporkan, temuan itu berasal dari studi baru yang diterbitkan di The BMJ. Studi tersebut meneliti agonis reseptor glucagon-like peptide-1 atau GLP-1, kelompok obat yang antara lain mencakup semaglutide dan tirzepatide.

GLP-1 awalnya dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2. Belakangan, penggunaannya meluas untuk penurunan berat badan, penurunan risiko kardiovaskular, hingga apnea tidur obstruktif.

Apnea tidur obstruktif adalah gangguan tidur ketika napas berulang kali terhenti sementara karena saluran napas tersumbat.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis rekam medis elektronik pasien yang memakai obat untuk diabetes tipe 2. Mereka membandingkan pengguna GLP-1 dengan pengguna dua jenis obat diabetes lain, yakni inhibitor SGLT-2 dan inhibitor DPP-4.

BACA JUGA:


Hasilnya, pengguna agonis reseptor GLP-1 memiliki risiko alopecia 37 persen lebih tinggi dibandingkan pengguna inhibitor SGLT-2. Jika dibandingkan dengan pengguna inhibitor DPP-4, risikonya 68 persen lebih tinggi.

Alopecia adalah istilah medis untuk kerontokan rambut. Meski angka kenaikannya terlihat besar, para penulis studi menegaskan risiko absolutnya tetap rendah.

β€œMeski risiko absolut alopecia yang tercatat secara klinis terkait penggunaan agonis reseptor GLP-1 tergolong rendah, hubungan yang terlihat ini tetap dapat memengaruhi kepuasan pasien, kepatuhan terhadap pengobatan, serta keputusan untuk memulai atau melanjutkan terapi,” tulis para penulis.

Sebagian orang yang menggunakan semaglutide dan tirzepatide sebelumnya memang melaporkan rambut rontok. Studi baru ini menguatkan bahwa risikonya ada, meski jarang.

Para penulis juga menyebut sebagian besar kasus rambut rontok yang diamati terkait GLP-1 bersifat reversibel. Artinya, rambut masih berpeluang tumbuh kembali karena folikel rambut tetap utuh.

Folikel rambut adalah kantong kecil di kulit tempat rambut tumbuh. Jika bagian ini masih utuh, peluang rambut untuk tumbuh kembali biasanya tetap ada.

Obat GLP-1 bekerja dengan meniru glucagon-like peptide-1, hormon yang diproduksi usus setelah makan. Obat ini mengaktifkan reseptor di pankreas untuk merangsang pelepasan insulin, sekaligus bekerja di otak untuk membantu mengatur nafsu makan.

Para penulis menyebut penurunan berat badan yang cepat dan berkurangnya asupan kalori sudah lama dikenal sebagai pemicu rambut rontok. Perubahan hormon juga mungkin ikut berperan, meski mekanismenya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Pembatasan kalori dapat menambah tekanan pada tubuh. Kondisi itu juga bisa berkaitan dengan kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, seng, dan biotin, yang berperan dalam siklus pertumbuhan rambut.

Rambut rontok biasanya tidak menyebabkan bahaya fisik. Namun, dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Para penulis menyebut kondisi itu dapat memengaruhi kepercayaan diri, kualitas hidup, dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

Para penulis menilai temuan ini dapat membantu pasien dan dokter mengambil keputusan terapi dengan informasi yang lebih lengkap.

Euronews melaporkan, para penulis studi tetap menilai riset lanjutan diperlukan untuk menjelaskan hubungan antara terapi GLP-1, penurunan berat badan, dan rambut rontok.

Penelitian berikutnya juga perlu mengidentifikasi pasien yang paling berisiko mengalami kerontokan rambut saat menjalani terapi GLP-1.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Populer

Tembus Pasar China, Kadin Parimo Tekankan Kualitas dan Standar Internasional Ekspor Durian

26 Juli 2026, 20:15

Media Iran Sebut Tanker Minyak Meledak Kena Ranjau di Selat Hormuz

26 Juli 2026, 21:30

Robot Humanoid Masuk Kelas, Guru New York Sebut Tak Pantas

26 Juli 2026, 21:45

Libatkan Ed Sheeran dan Demi Moore, Katseye Lepas Single

26 Juli 2026, 21:56

Freelander 8 Siap Meluncur, Kabin Canggih Penuh Layar dan Snapdragon 8397

27 Juli 2026, 02:05