REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto melantik dua pejabat baru dalam kepemimpinan di Kementerian Keuangan RI, yakni Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI pada Kamis (1/10/2026). Nurkholisoh dan Luky menyatakan komitmen untuk membantu kerja-kerja strategis bendahara negara.
Luky diketahui merupakan "orang lama" di Kementerian Keuangan. Ia memulai karier di Kementerian Keuangan sejak Maret 1995, pernah menjadi Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro di Badan Kebijakan Fiskal (BKF), dan Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan.
Luky sempat menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada 2022, lantas menjadi Direktur Jenderal Anggaran pada 2025. Namun, pada April 2026, Luky dicopot dari jabatannya sebagai Dirjen Anggaran oleh Menteri Keuangan pada saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sementara itu, Nurkholisoh Ibnu Aman merupakan orang lama di moneter. Ia berkarier cukup panjang di Bank Indonesia (BI), dan saat ini menjabat sebagai Senior Researcher di BI sejak November 2024. Di posisi tersebut, ia memimpin proyek riset kebijakan dan pasar keuangan.
Usai dilantik menjadi Wamenkeu RI di Istana Negara, keduanya lantas menuju ke Kantor Kementerian Keuangan di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Turut hadir juga Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara, yang sama-sama bergerak dari Istana Negara.
“Senang sekali saya bisa kembali berada di sini, saya tidak hentinya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kehendak-Nya saya bisa kembali lagi ke sini. Kalau ditanya, rasanya saya campur aduk, excited, tetapi juga ada kagetnya,” kata Luky kepada wartawan di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Luky menuturkan, ada berbagai tantangan yang bakal dihadapi ke depan. Dia mengaku akan berkomitmen untuk membantu kerja Menteri Keuangan dalam menjalankan tugas sebagai bendahara negara. Ia sempat menyinggung posisinya yang sempat rehat sejenak di tubuh Kementerian Keuangan, dan menekankan bakal kembali mempelajari dinamika di Kementerian Keuangan.
“Kemarin saya ada masa hibernasi. Jadi saya butuh waktu dan butuh support untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar perlombaan apa perlombaan yang terkini. Saya ditanya, program Bapak apa sebagai Wakil Menteri Keuangan? Saya bilang, enggak ada. Wakil Menteri Keuangan adalah kami ini pembantu Presiden, pembantu Menteri Keuangan. Kami tunggu penugasan dari Pak Menteri nanti,” jelasnya.