Norwegia vs Inggris: Siapkan strategi lumpuhkan Erling Haaland
Sabtu, 11 Juli 2026 10:29 WIB
Tangkapan layar unggahan Erling Haaland di Instagram pribadinya. (ANTARA/Instagram erling)
Jakarta (ANTARA) - Setiap tim yang akan menghadapi Norwegia selalu menyiapkan strategi bagaimana menjinakkan atau bahkan melumpuhkan striker mereka, Erling Haaland.
Itu pula yang ada dalam pikiran pelatih Inggris Thomas Tuchel ketika Three Lions bertemu Norwegia dalam perempatfinal Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (12/7) pukul 04.00 WIB.
Norwegia memang bukan hanya Haaland karena mereka masih punya pemain-pemain hebat seperti Martin Odegaard, Sander Berge, Orjan Nyland atau lainnya, tapi Haaland adalah faktor gol utama Norwegia yang membunuh permainan lawan.
58 persen dari total 12 gol Norwegia dan 33 persen dari total peluang gol yang dibuat tim asuhan Stale Solbakken itu selama Piala Dunia 2026 tercipta dari kaki dan kepala Haaland.
Lain dari itu, sejak kalah 1-2 dari Austria dalam UEFA Nations League pada 4 September 2020, Norwegia tak pernah kalah ketika Haaland turun bermain bersama mereka.
Sebaliknya, seperti saat digebuk Prancis 1-4 dalam fase grup, Norwegia bisa kalah jika Haaland tak bermain.
Haaland sungguh striker murni paling klinis di dunia, yang memiliki kemampuan fantastis dalam memadukan penyelesaian akhir yang mematikan. Kecepatannya dalam berlari serta bacaan tajamnya terhadap kecenderungan pertandingan, dengan kesadarannya yang tinggi dalam menciptakan ruang tembak, begitu brilian.
Dengan tinggi badan 1,95 meter dan berat 94 kg, Haaland terlalu sulit dijaga oleh pemain mana pun. Dia juga bisa berlari dalam kecepatan mematikan yang sulit dikejar lawan.
Bayangkan, 17 dari total 18 peluang gol yang dia buat selama Piala Dunia 2026 sejauh ini hanya dari satu sentuhan langsung.
Dia sungguh produktif, bahkan dalam pertandingan ketika dia jarang menguasai bola, penyelesaian akhirnya tetaplah sangat tajam.
Kedua golnya ke gawang Brasil dalam babak 16 besar, terutama yang pertama, tercipta dari keadaan itu, ketika dengan jeli dia meloloskan diri dari penjagaan para bek Brasil, tanpa mengeluarkan energi berlebihan.
Tiga bek tengah
Kepada The Athletic belum lama ini, profesor sepak bola Norwegia, Geir Jordet, menilai Haaland sangat menyadari lawan dan situasi yang mengitarinya dan hal ini membantunya dalam menentukan di mana seharusnya dia berada untuk mencetak gol atau menciptakan peluang.
Kesadarannya dalam menyadari "positioning" dirinya lebih cepat dari rata-rata striker top. Jika striker biasa perlu berpikir 2,5 sampai 3 kali dalam 10 detik sebelum menerima bola, maka Haaland bisa empat sampai lima kali berpikir, sepuluh detik sebelum menerima bola.
Akibatnya, menjaga Haaland adalah juga membaca pikirannya. Sayang, sangat sedikit pemain, kalau bukan tidak ada, yang bisa membaca pikiran Haaland.
Dengan kemampuan fisik dan pikirannya untuk bekerja seirama itu, menjaga Haaland selama 90 menit adalah tugas yang melelahkan secara fisik dan mental, apalagi jika hanya mengandalkan dua penjaga.
Jika melihat bagaimana Irak, Senegal, Pantai Gading, dan Brasil, dalam membarikade pertahanannya dari invasi Haaland, mengerahkan dua bek tengah tidaklah cukup.
Dalam konteks ini, Inggris perlu mengerahkan tiga bek tengah, yang salah satunya ditugaskan menempel ketat Haaland.
Tuchel mungkin tergoda memasang tiga bek tengah, yang tak pernah dia gunakan selama bersama timnas Inggris, tapi sering dia pakai ketika menjadi manajer Chelsea.
Manakala harus mengadopsi pola ini, Tuchel mesti rela memangkas jumlah gelandangnya menjadi empat.
Dua gelandang tengah akan ditempatkan sejajar dengan dua bek sayap, dan dua gelandang serang menyokong ujung tombak tunggal, Harry Kane, dalam pola 3-4-2-1.
Masalahnya, dari lima pertandingan terdahulu, Inggris kerap memanfaatkan lebar lapangan, terutama sayap kanan, di mana Bukayo Saka beroperasi.
Pertanyaan lainnya adalah jika Senegal, Pantai Gading dan Brasil saja gagal mematikan Haaland, mengapa Inggris akan berhasil?
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Norwegia vs Inggris: Rumusnya masih sama, Haaland lumpuh Anda menang
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.