Netanyahu kunjungi Uni Emirat Arab

Selasa, 29 September 2026 09:52 WIB

Image Print

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 24 September 2026. ANTARA/Mehmet Eser - Anadolu Agency /pri.

Moskow (ANTARA) - Kantor pemimpin Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UAE), Minggu (27/9), dan menyatakan bahwa kunjungan tersebut berfokus pada penguatan hubungan kedua pihak serta pembahasan isu-isu regional.

Kantor berita UAE, WAM, sebelumnya melaporkan bahwa Netanyahu telah mengunjungi UAE pada Minggu untuk membahas hubungan bilateral dengan presiden UAE.

"Kunjungan tersebut berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara dan tantangan-tantangan regional," menurut pernyataan kantor Netanyahu di akun X.

Menurut pernyataan tersebut, Netanyahu didampingi oleh istrinya, Sara, serta kepala Dewan Keamanan Nasional Israel Shmuel Ben-Ezra, kepala badan intelijen Mossad Roman Hoffman, sekretaris militer Guy Markizeno, dan penasihat kebijakan luar negeri Ophir Falk.

Associated Press sebelumnya melaporkan, dengan mengutip sumber-sumber di lingkaran dalam Netanyahu, bahwa pemimpin Israel tersebut telah melakukan kunjungan rahasia ke UAE pada akhir pekan.

Kunjungan itu dilakukan untuk meminta pemimpin UAE membantah laporan yang menyebutkan bahwa dia telah memperingatkan Israel mengenai serangan yang akan dilancarkan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023.

"Berita palsu. Kunjungan tersebut semata-mata berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara dan pembahasan tantangan-tantangan regional," kata kantor Netanyahu menanggapi laporan Associated Press tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Netanyahu kunjungi Uni Emirat Arab untuk pererat hubungan

Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.