Bagikan:
JAKARTA - Para negosiator Qatar telah bertolak ke Iran untuk bertemu dengan para pejabat di sana dalam upaya meredakan ketegangan dan menciptakan kondisi agar perundingan AS-Iran dapat dilanjutkan kembali.
Informasi ini disampaikan oleh seorang diplomat yang mengetahui perihal kunjungan tersebut kepada CNN, Jumat, 10 Juli.
Kunjungan itu direncanakan melalui koordinasi dengan Amerika Serikat, ungkap sumber tersebut.
Pada hari Jumat, terjadi jeda dalam pertempuran setelah serangkaian serangan yang kian meningkat sempat mengancam akan menggagalkan kesepakatan AS-Iran. Pihak mediator kini berupaya membawa kedua belah pihak kembali ke meja perundingan.
Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN, pihak militer sengaja melakukan serangan lalu menghentikannya sejenak guna menghindari eskalasi serta memberi ruang bagi upaya diplomasi untuk berjalan.
Sementara itu Anadolu mengutip berbagai sumber dari negara mediator dan pejabat AS mengatakan kepada Axios, pemerintah di kawasan telah berusaha meredakan ketegangan Antara dua negara yang berkonflik.
Sumber-sumber mengatakan para pejabat dari Qatar, Pakistan, Mesir, dan Arab Saudi melakukan beberapa panggilan telepon dengan pejabat AS dan Iran pada Rabu dalam upaya untuk mengurangi ketegangan.
"Ada upaya diplomatik yang ekstensif untuk pertama-tama menyepakati de-eskalasi dengan kedua belah pihak dan kemudian menetapkan tanggal untuk putaran negosiasi berikutnya antara tim teknis," kata seorang sumber regional yang terlibat dalam mediasi.
BACA JUGA:
Sumber salah satu negara mediator mengatakan para mediator meyakini serangan Iran baru-baru ini di Selat Hormuz dilakukan oleh pihak-pihak dalam rezim Iran yang menentang nota kesepahaman antara AS dan Iran dan berupaya untuk mengacaukannya
Iran dan AS saling melancarkan serangan selama dua hari terakhir di tengah eskalasi setelah serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.
Teheran kemudian melancarkan serangkaian serangan pada Kamis terhadap infrastruktur militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania sebagai balasan atas serangan AS yang terjadi pada hari kedua.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+