Jakarta, CNBC Indonesia - Panama kini masih merasakan gempa setelah gempa dahsyat dengan magnitudo 7,7 menggoyang negeri itu Jumat. Dalam laporan terbaru Reuters, Senin (12/10/2026), hingga kini negara itu mencatat 200 gempa susulan terjadi.
Gempa Jumat dilaporkan menghancurkan ratusan rumah dan infrastruktur di provinsi tengah Panama. Pemerintah juga mengeluarkan pengumuman "keadaan darurat nasional".
Deklarasi darurat ini akan memungkinkan pemerintah untuk mengalokasikan dana bantuan hingga US$100 juta (Rp 1,78 triliun) tanpa melebihi target defisit fiskal tahun 2026 sebesar 3,5% dari PDB. Sejauh ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun setidaknya 27 orang terluka dan hampir 900 rumah rusak.
"Kami telah mencatat lebih dari 200 gempa susulan dan terus terjadi, namun besarnya semakin berkurang dan jarak antar gempa semakin lama," kata Direktur Institut Geosains Universitas Panama, Nestor Luke.
Hotel Mi Valle tampak runtuh sebagian setelah gempa bumi melanda dekat pesisir selatan Panama di Tonosi, Panama, pada 10 Oktober 2026. (REUTERS/Enea Lebrun) Foto: Hotel Mi Valle tampak runtuh sebagian setelah gempa bumi melanda dekat pesisir selatan Panama di Tonosi, Panama, pada 10 Oktober 2026. (REUTERS/Enea Lebrun)
Sementara itu, Presiden Jose Raul Mulino "turun gunung" ke lapangan, mengunjungi daerah yang terkena dampak. Ia mengirimkan bantuan dan menyerukan perbaikan segera pada jalan dan jembatan untuk memfasilitasi upaya bantuan, di mana setidaknya 14 jembatan rusak di provinsi Veraguas dan Los Santos.
Kelas-kelas ditangguhkan secara nasional pada hari Senin. Namun Terusan Panama mengatakan operasi pelayaran tetap tidak terpengaruh oleh gempa bumi.
Di sisi lain, AS telah menjanjikan bantuan sebesar US$5 juta untuk Panama. Melalui Duta Besar AS Kevin Marino Cabrera, pemerintah Washington juga berjanji mengirimkan tim beranggotakan 20 orang untuk membantu operasi penyelamatan dan penilaian infrastruktur.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]