Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan Tim Penggerak PKK dan Bunda PAUD tingkat distrik untuk memantau kondisi stunting, gizi buruk, kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat secara langsung.
Bupati Nabire Mesak Magai di Nabire, Rabu, mengatakan PKK distrik dapat menjadi sumber informasi pemerintah karena memiliki kedekatan dengan keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing.
“PKK ini satu wadah yang sangat jelas berkolaborasi dan ada di tengah-tengah masyarakat. Ketika kita kerja baik dengan PKK, persoalan di setiap keluarga bisa kita lihat secara riil,” kata Mesak pada pelantikan TP PKK dan Bunda Paud tingkat distrik.
Ia menjelaskan, PKK dan Bunda PAUD distrik menjadi garda terdepan menyampaikan perkembangan kondisi sosial masyarakat kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang kemudian dilanjutkan ke bupati.
Data tersebut mencakup jumlah kasus stunting dan gizi buruk, kondisi pendidikan, hingga jumlah penduduk miskin di masing-masing distrik.
Menurutnya, informasi dari tingkat distrik diperlukan agar pemerintah dapat menyusun program intervensi yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat serta melakukan evaluasi terhadap perkembangan sosial di setiap wilayah.
Ia mengatakan PKK juga perlu membangun kemitraan dengan OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3A) untuk menangani persoalan keluarga dan anak.
Ia menilai keterlibatan PKK, Bunda PAUD, kepala distrik, dan perangkat kampung penting untuk membangun informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi masyarakat sebagai dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan.
Pemkab Nabire juga mempertimbangkan dukungan anggaran bagi PKK dan Bunda PAUD tingkat distrik melalui dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) distrik, dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Ia berharap dukungan tersebut dapat memperkuat kerja sama PKK distrik dengan Posyandu dalam memantau kondisi kesehatan masyarakat, khususnya stunting dan gizi buruk.
“Di 2027 ini kami berpikir bagaimana mengalokasikan anggaran bagi PKK dan Bunda PAUD tingkat distrik, sehingga mereka bisa bekerja sama dengan Posyandu,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Nabire Mince Magai mengatakan pengurus PKK dan Bunda PAUD distrik dapat menjalankan perannya dengan kepedulian dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga.
Sedangkan Bunda PAUD ikut memperhatikan tumbuh kembang serta pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, perhatian terhadap anak usia dini penting karena mereka merupakan generasi penerus Kabupaten Nabire. Karena itu, Bunda PAUD perlu membangun kedekatan dengan anak, orang tua, dan masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.