Muratalla menang angka atas Conceicao untuk pertahankan sabuk IBF
Minggu, 2 Agustus 2026 17:32 WIB
Tangkapan layar video juara kelas ringan International Boxing Federation (IBF) Raymond Muratalla (kiri) dan Robson Conceicao (kanan) dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Minggu (2/8/2026). (Akun Instagram resmi DAZN @daznboxing)
Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas ringan (61,2 kg) International Boxing Federation (IBF) Raymond Muratalla meraih kemenangan angka atas Robson Conceicao untuk mempertahankan sabuk juaranya di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu WIB.
Mutalalla mengatasi penantang asal Brasil itu dengan kemenangan angka mutlak setelah juri memberikan skor 118-110, 119-109, dan 109-109, dikutip dari IBF.
Conceicao memasuki ronde awal dengan pengalaman dan pergerakan kaki untuk mengganggu ritme, tetapi Muratalla lebih aktif menekan dan melepaskan pukulan lebih tajam.
Petinju asal Amerika Serikat itu mampu menjaga jarak dengan baik sambil membaca pola serangan lawannya yang dikenal memiliki teknik bertahan dan pengalaman panjang di level internasional.
Pada ronde-ronde pertengahan, Muratalla mulai menemukan jarak dengan kombinasi pukulan, terutama serangan lurus dan hook. Agresi Sang Juara memaksa lawan bertahan karena kesulitan mengimbangi volume serangan. Muratalla juga lebih efektif dalam memanfaatkan momen ketika Conceicao mencoba masuk ke area dekat untuk melancarkan serangan balik.
Di akhir ronde, Muratalla tetap mengontrol tempo, tidak terburu-buru mencari knockout (KO), dan memilih mengamankan ronde dengan gaya bertarung yang rapi. Dia tetap disiplin menjalankan strategi dengan menjaga pertahanan sambil terus memberikan tekanan hingga pertarungan berakhir.
Meskipun Conceicao menunjukkan daya tahan tinggi sampai bel terakhir, Muratalla unggul karena tekanan konstan, akurasi pukulan, dan kontrol jarak. Mantan petinju Olimpiade asal Brasil itu beberapa kali mampu bertahan dari serangan keras Muratalla, tetapi tidak cukup untuk membalikkan jalannya pertarungan.
Kemenangan itu menjadi pertahanan gelar kedua kalinya bagi Muratalla setelah sebelumnya statusnya naik dari juara interim menjadi juara dunia penuh.
Selain itu, dia juga menjaga dominasinya dengan rekor tak terkalahkan dan 25 kemenangan (17 KO). Catatan tersebut membuat Muratalla tetap menjadi salah satu ancaman terbesar di kelas ringan dengan kombinasi tekanan, kecepatan, dan kekuatan pukulan.
Sementara itu, Conceicao yang memberikan perlawanan selama 12 ronde, gagal gagal merebut sabuk IBF dan menurunkan rekornya menjadi 24 kemenangan (10 KO), empat kekalahan, dan satu hasil imbang.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026