Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
23 August 2026 19:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemandangan berbeda tersaji di kompetisi Premier League musim 2026/2027. Tidak ada lagi logo perusahaan judi yang terpampang sebagai sponsor utama pada bagian depan jersey pertandingan klub.
Perubahan itu merupakan hasil kesepakatan sukarela seluruh klub Premier League yang diumumkan pada 2023. Kebijakan tersebut mulai berlaku setelah musim 2025/2026 berakhir, dengan tujuan mengurangi paparan iklan perjudian kepada penggemar sepak bola.
Premier League menjadi kompetisi olahraga pertama di Inggris yang secara kolektif mengambil langkah tersebut. Namun, aturan itu bukan larangan total terhadap seluruh aktivitas sponsor judi di sepak bola.
Menurut laporan CNBC International, delapan dari 20 klub Premier League harus mengganti perusahaan taruhan yang sebelumnya menempati bagian depan jersey mereka.
Kondisi tersebut membuat sejumlah aset sponsorship bernilai tinggi masuk pasar secara bersamaan. Perusahaan dari sektor teknologi, keuangan, pariwisata hingga perekrutan tenaga kerja pun mulai mengisi ruang yang ditinggalkan industri judi.
Berikut beberapa pergantian sponsor yang disorot:
Banyaknya klub yang mencari mitra baru secara bersamaan secara teori memperkuat posisi tawar calon sponsor. Meski demikian, harga hak sponsorship belum tentu menjadi lebih murah karena eksposur global Premier League tetap diminati banyak perusahaan.
Perusahaan Silicon Valley Ambil Kesempatan
Salah satu perusahaan yang memanfaatkan perubahan tersebut adalah ClickHouse. Perusahaan infrastruktur data asal Silicon Valley itu menjadi mitra utama Fulham, menggantikan perusahaan taruhan SBOTOP.
Wakil Presiden Produk dan Pemasaran ClickHouse, Tanya Bragin, menilai situasi tersebut sebagai kesempatan langka. Sebanyak delapan aset sponsor utama tersedia pada periode yang hampir bersamaan.
Fulham dipilih karena nilai kemitraannya dinilai lebih sesuai dengan kemampuan perusahaan. Klub tersebut finis di posisi ke-11 Premier League musim lalu, sehingga biaya sponsorship tidak sebesar klub-klub papan atas.
Lokasi Fulham di London juga menjadi pertimbangan penting. Selain menjangkau penonton global melalui siaran Premier League, ClickHouse dapat memanfaatkan pertandingan kandang untuk kegiatan pemasaran, menjamu pelanggan serta membangun hubungan bisnis.
Dengan kata lain, jersey klub bukan hanya menjadi papan iklan berjalan. Kerja sama tersebut juga berfungsi sebagai sarana perusahaan teknologi memperkenalkan merek kepada pasar yang lebih luas.
Meski menghilang dari bagian depan jersey pertandingan, perusahaan judi masih diperbolehkan menjadi sponsor pada bagian lengan, pakaian latihan dan berbagai aset komersial lainnya.
Pembatasan tersebut juga hanya berlaku bagi klub Premier League. Klub yang bermain di empat divisi English Football League atau EFL tidak terikat kesepakatan serupa.
Berkurangnya ruang iklan justru berpotensi membuat aset sponsorship yang tersisa semakin mahal. Bagian lengan jersey dan perlengkapan latihan kini dapat memperoleh permintaan lebih besar dari perusahaan taruhan yang masih ingin menjangkau penggemar sepak bola.
Manchester United, misalnya, dilaporkan menandatangani kesepakatan sponsor pakaian latihan dengan Betway senilai hingga 20 juta pound sterling atau sekitar US$27 juta per tahun. Tottenham Hotspur juga masih menampilkan merek taruhan pada perlengkapan latihan mereka.
Artinya, kebijakan baru itu lebih menyerupai pergeseran strategi pemasaran daripada keluarnya industri judi dari sepak bola Inggris.
Efektivitas Aturan Masih Dipertanyakan
Bagian depan jersey merupakan salah satu lokasi iklan paling menonjol. Logo sponsor terlihat dalam siaran langsung, foto pertandingan, video media sosial hingga jersey replika yang dikenakan pendukung.
Menghapus perusahaan judi dari area tersebut dapat mengurangi visibilitasnya. Namun, selama perusahaan taruhan masih dapat beriklan melalui lengan jersey, perlengkapan latihan dan kemitraan klub lainnya, paparan terhadap penggemar tidak sepenuhnya hilang.
Bagi klub Premier League, aturan baru memaksa mereka memperluas sumber pendapatan sponsorship. Sementara bagi perusahaan teknologi dan keuangan seperti ClickHouse, CMC Markets dan Indeed, keluarnya sponsor judi dari dada jersey membuka akses menuju salah satu panggung olahraga dengan jangkauan terbesar di dunia.
Adapun bagi perusahaan judi, duit iklan tersebut tampaknya tidak meninggalkan sepak bola. Uangnya hanya berpindah tempat.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(gls/wur)