MUI Sulteng keluarkan imbauan laksanakan shalat minta hujan

Kamis, 3 September 2026 13:09 WIB

Image Print

Arsip - Umat Islam melaksanakan Shalat Istisqa di lapangan Kantor Gubernur Jambi, Telanaipura, Jambi, Rabu (2/9/2026). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Palu (ANTARA) -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengeluarkan imbauan untuk melaksanakan Shalat Istisqa (shalat minta hujan) kepada seluruh umat Islam di seluruh wilayah Sulteng.

“Imbauan ini untuk pelaksanaan shalat Istisqa dan doa bersama menyikapi kondisi kemarau, perubahan iklim, serta potensi bencana kebakaran yang terjadi saat ini,” kata Sekretaris Umum MUI Sulteng Sofyan Thaha Bachmid di Palu, Kamis.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Nomor B/25/DP-P/XXIII/IX/2026 tertanggal 1 September 2026 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Provinsi Sulawesi Tengah, HS. Ali Muhammad Aljufri, dan Sekretaris Umum, Sofyan Thaha Bachmid.

Surat itu ditujukan kepada MUI kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, organisasi masyarakat Islam, DKM atau takmir masjid, serta umat Islam di seluruh Sulawesi Tengah.

Dalam surat tersebut, MUI Sulteng menyebutkan bahwa imbauan dikeluarkan sehubungan dengan perkembangan alam, perubahan iklim, kemarau, potensi bencana kebakaran, serta dampak negatif lainnya yang berpotensi terjadi. Selain itu, imbauan juga diterbitkan sebagai tindak lanjut atas permohonan masyarakat.

MUI Sulteng mengimbau seluruh pengurus MUI kabupaten dan kota, organisasi Islam, DMI, DKM, takmir masjid, serta umat Islam untuk menyelenggarakan Shalat Istisqa dan doa bersama agar dijauhkan dari musibah serta berbagai kerusakan lainnya.

Pelaksanaan shalat Istisqa dan doa bersama tersebut dapat dilakukan pada hari Jumat atau hari lainnya di tempat masing-masing sesuai kondisi dan kesepakatan setempat.

Pelaksanaan ibadah tersebut diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT di tengah kondisi kemarau dan berbagai dampak yang ditimbulkannya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hingga September 2026, hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah diproyeksikan tidak mengalami curah hujan yang berarti.

Kemudian, pada Oktober 2026, cuaca panas dan kondisi kering masih berpeluang tinggi terjadi, terutama di wilayah Sulawesi Tengah bagian timur. Suhu udara di beberapa wilayah seperti Kota Palu bahkan diprakirakan tetap tinggi hingga akhir Oktober.

Selanjutnya, pada November 2026, sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah diprediksi mulai keluar dari zona risiko kekeringan ekstrem, seiring bergesernya peluang curah hujan rendah ke area Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak menghemat penggunaan air bersih, menjaga kesehatan di tengah suhu terik, serta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026