Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Shaleh.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras aksi promosi minuman keras (miras) yang dikemas dalam bentuk tantangan hafalan Alquran. MUI menilai, tantangan menghafal surah Ad-Dhuha dalam video yang viral di media sosial tersebut tidak dapat dibenarkan, baik dari sisi agama, etika moral, maupun hukum.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh menegaskan, pihak yang membuat dan menyebarluaskan promosi tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Prof Niam dalam keterangan MUI, Senin (10/8/2026) malam.

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta itu menjelaskan, Alquran merupakan Kalamullah yang memiliki kedudukan sangat mulia dan wajib dihormati. Membaca Alquran juga merupakan ibadah yang memiliki nilai keutamaan tinggi bagi umat Islam.

Di sisi lain, lanjut Prof Niam, minuman keras merupakan jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Alquran.

Karena itu, menurut dia, menjadikan hafalan atau bacaan Alquran sebagai bagian dari gimmick pemasaran minuman keras merupakan tindakan yang merendahkan martabat dan kesucian agama.

“Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran,” ucap Pengasuh Pesantren An-Nahdlah Depok ini.

Sebelumnya, seorang pengunjung festival musik membagikan pengalamannya di media sosial saat melihat sebuah booth minuman yang mengadakan challenge hafalan surah Ad-Duha dengan hadiah sebotol minuman.

Rekaman video itu pun viral di media sosial dan menuai banyak kritik. Penggunaan ayat suci Alquran dinilai tidak etis untuk dijadikan alat promosi seperti itu.

Pengguna dengan nama akun @jarrkojarr tersebut menceritakan pengalamannya saat sedang berada di event The Sound Project.

"Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange “siapa yang hafal surah Ad-Duha dapet satu botol”. Kalian becanda? Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tapi Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit," katanya.