"Kurang lebih sudah ada 300 calon jemaah yang terdaftar di sistem kami. Muhsinin memperoleh izin sebagai penyelenggara Haji Khusus pada 2021, sedangkan jemaah yang berangkat tahun lalu merupakan mereka yang mendaftar pada 2022,"
Mataram (ANTARA) - Muhsinin Tour and Travel memperkuat komunikasi dengan calon jemaah haji khusus di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui kegiatan silaturahmi sebagai upaya membangun hubungan kekeluargaan sejak masa antrean sekaligus memberikan kepastian informasi terkait proses keberangkatan ibadah haji.
Direktur Utama Muhsinin Tour and Travel, H Ahmad Muharis, mengatakan hingga pertengahan 2026 sebanyak sekitar 300 calon jemaah telah tercatat dalam sistem penyelenggaraan Haji Khusus yang dikelola perusahaannya.
"Kurang lebih sudah ada 300 calon jemaah yang terdaftar di sistem kami. Muhsinin memperoleh izin sebagai penyelenggara Haji Khusus pada 2021, sedangkan jemaah yang berangkat tahun lalu merupakan mereka yang mendaftar pada 2022," kata Ahmad Muharis di sela kegiatan silaturahmi calon jemaah haji khusus, Minggu.
Ia mengatakan masa tunggu Haji Khusus tidak selalu mencapai enam hingga tujuh tahun seperti anggapan masyarakat. Berdasarkan pengalaman Muhsinin Tour and Travel, sebagian jemaah justru dapat diberangkatkan sekitar empat tahun setelah memperoleh nomor porsi.
Menurut Muharis, kegiatan silaturahmi rutin digelar agar calon jemaah mengenal manajemen penyelenggara sejak awal sekaligus memperoleh informasi mengenai perkembangan antrean, nomor porsi, hingga berbagai persiapan menjelang keberangkatan.
"Kami ingin membangun hubungan yang lebih dekat sehingga calon jemaah merasa menjadi bagian dari keluarga besar Muhsinin. Mereka juga dapat menanyakan perkembangan nomor porsi maupun jadwal keberangkatan secara langsung," ujarnya.
Muhsinin Tour and Travel menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 35 jemaah Haji Khusus pada musim haji mendatang. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah apabila pemerintah menetapkan tambahan kuota Haji Khusus secara nasional.
Muharis menegaskan seluruh proses pemberangkatan dilakukan sesuai sistem antrean berdasarkan nomor porsi yang diterbitkan pemerintah sehingga tidak ada mekanisme percepatan di luar ketentuan yang berlaku.
"Semua mengikuti sistem. Keberangkatan ditentukan berdasarkan urutan nomor porsi sehingga tidak bisa dipercepat," ucapnya.
Ia menyebut kuota Haji Khusus secara nasional saat ini mencapai sekitar 17 ribu jemaah atau sekitar delapan persen dari total kuota haji Indonesia. Menurut dia, Muhsinin menjadi penyelenggara yang telah memberangkatkan jemaah Haji Khusus asal Nusa Tenggara Barat.
Selain mengutamakan pelayanan, Muhsinin Tour and Travel juga menitikberatkan pembimbingan ibadah selama berada di Tanah Suci. Ahmad Muharis mengaku telah berpengalaman menangani penyelenggaraan Haji Khusus sejak 1995 sehingga memiliki tim yang memahami pelaksanaan ibadah secara menyeluruh.
"Kami lebih mengutamakan kualitas pembimbingan agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah sesuai tuntunan Nabi, bukan hanya memperoleh fasilitas yang nyaman," ujarnya.
Ia mencontohkan para pembimbing mendampingi jemaah menjalankan seluruh tahapan ibadah, termasuk pelaksanaan mabit di Muzdalifah hingga waktu Subuh sesuai tuntunan manasik yang diterapkan.
Dari sisi pelayanan, Muhsinin menyediakan fasilitas yang setara dengan penyelenggara Haji Khusus lainnya, seperti hotel berbintang dan akomodasi sesuai standar. Perbedaannya, sebagian besar tenaga pendamping berasal dari NTB sehingga dinilai lebih memahami karakter dan kebutuhan jemaah daerah.
Untuk program Haji Khusus, Muhsinin Tour and Travel masih mempertahankan biaya sebesar 16.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp250 juta hingga Rp270 juta, bergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Calon jemaah hanya perlu menyiapkan dokumen berupa KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan pasfoto saat mendaftar. Setoran awal sebesar 4.500 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp80 juta digunakan untuk memperoleh nomor porsi, sedangkan pelunasan dilakukan ketika jadwal keberangkatan sudah mendekat.
"Tidak harus langsung melunasi seluruh biaya. Calon jemaah cukup menyetor 4.500 dolar Amerika Serikat untuk mendapatkan nomor porsi, sedangkan pelunasan dilakukan menjelang keberangkatan," kata Muharis.
Ia menambahkan penyelenggaraan Haji Khusus tetap berada di bawah pengawasan pemerintah meskipun dikelola oleh perusahaan swasta.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026