Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Kabupaten Muaro Jambi lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Muaro Jambi Unggul Perseroda resmi mengelola sebanyak 1.335 sumur Minyak masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan warga.
"Ini langkah besar untuk menata energi di Muaro Jambi. Dengan dikelola BUMD bersama Pertamina, masyarakat dapat bekerja dengan aman, negara mendapatkan manfaat, dan lingkungan tetap terjaga," kata Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno melalui keterangan di Jambi, Sabtu.
Program pengelolaan sumur minyak itu telah disepakati melalaui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) bersama Pertamina di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bum (SKK Migas) di Jakarta pada Jumat (21/8).
Ia menjelaskan, selama ini aktivitas sumur minyak masyarakat di Muaro Jambi berjalan tanpa payung hukum yang jelas.
Kondisi itu memicu menyebabkan rawan konflik lahan, kecelakaan kerja, hingga kerusakan lingkungan. Melalui kerja sama ini, tata kelola sumur rakyat diharapkan lebih tertib dan aman.
Melalui skema PKS, PT Muaro Jambi Unggul Perseroda berperan sebagai badan usaha resmi yang mewadahi para pengelola sumur rakyat.
Sementara Pertamina memberikan dukungan teknis, pembinaan, serta memastikan seluruh operasional sesuai standar keselamatan dan regulasi industri migas nasional.
Bupati menambahkan, kerja sama tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat pengelola sumur.
Kedua, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor energi, dan terakhir menjamin keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan di wilayah operasi.
Ia berharap penataan ini berjalan berkelanjutan dan menjadi contoh bagi kabupaten lain di Jambi. Dengan legalitas yang jelas, pemerintah daerah optimis konflik dapat diminimalkan dan kesejahteraan penambang meningkat.
"Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus memastikan sumber daya migas rakyat dikelola secara tertib, aman, dan memberi manfaat langsung bagi daerah," tutupnya.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.