Liputan6.com, Jakarta - Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di usia 73 tahun pada Sabtu (26/9/2026). Adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tersebut sempat menjalani perawatan intensif, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta, pukul 04.16 WIB.

Berita duka ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum, sekaligus memohon doa agar Guruh Soekarnoputra husnul khotimah serta diterima semua amal ibadahnya oleh Allah SWT.

"Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan dari Almarhum Tercinta," kata Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.

"Selanjutnya mohon doa, semoga almarhum husnul khotimah serta Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa-dosa dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya."

Sempat Dirawat Intensif Sebelum Berpulang

Guruh Soekarnoputra

Perbesar

Putra dari presiden pertama Soekarno, Guruh Soekarnoputra berada di TPS 002 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk menggunakan hak politiknya, Rabu (17/4). Guruh menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di TPS yang sama dengan Cawapres 02 Sandiaga Uno. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelum dirawat di rumah sakit Siloam, Guruh Soekarnoputra diketahui lebih dulu menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra Jakarta selama kurang lebih empat minggu. Kondisinya sempat menunjukkan perbaikan, namun kemudian memburuk kembali hingga akhirnya ia dipindahkan dan dirawat secara intensif di RS Siloam sampai akhir hayatnya.

Diketahui, kondisi kesehatan Guruh Soekarnoputra memang sudah mengalami penurunan sejak sekitar 1 tahun terakhir. Namun, pihak keluarga memilih untuk tidak menyampaikan penyakit yang dialami Guruh kepada publik.

Masih Aktif di Kegiatan Seni Budaya di Tengah Perjuangannya untuk Sembuh

Unggahan Soraya Haque tentang Pertemuannya dengan Guruh Soekarnoputra/instagram @sorayahaque

Perbesar

Unggahan Soraya Haque tentang Pertemuannya dengan Guruh Soekarnoputra/instagram @sorayahaque

Salah satu momen terakhir Guruh Soekarnoputra sebelum meninggal yang banyak dikenang adalah keterlibatannya dalam dunia seni hingga menjelang sakitnya memburuk. Selebritas sekaligus politikus Soraya Haque membagikan kenangan tersebut lewat akun Instagram pribadinya.

Soraya mengungkapkan, ia bersama sang suami bertemu langsung dengan Guruh pada 27 Agustus 2026, saat menjadi pembawa acara peresmian paduan suara Swara Maharddhika. Sebagai informasi, paduan suara ini merupakan bagian dari kelompok seni legendaris Swara Maharddhika yang didirikan Guruh pada 1981, dan acara peresmiannya dihadiri banyak tokoh seni serta kerabat dekat.

Dalam pertemuan itu, Guruh sempat menitipkan pesan personal kepada Soraya. Ia memeluk Soraya sambil berbisik dan menyampaikan keinginannya untuk berdiskusi lebih jauh soal isu perempuan Indonesia dan tradisi konde yang mulai ditinggalkan, serta membandingkannya dengan perempuan Jepang yang masih melestarikan kimono.

"Kami berfoto bersama, ia memeluk dan berbisik, 'terima kasih Aya, kalau sudah tidak sibuk, saya mau diskusi sama kamu tentang perempuan Indonesia dan konde (yang mulai ditinggalkan). Kapan kita bisa seperti perempuan Jepang dengan kimononya?'," tulis Soraya Haque menirukan ucapan Guruh.

Sayangnya, rencana diskusi tersebut belum sempat terwujud karena kondisi kondsi fsisik Guruh Soekarnoputra hingga harus terbaring di rumah sakit.

Hadiri Acara Amal untuk Anak Penyintas Kanker

Unggahan Debby Sahertian tentang Pertemuannya dengan Guruh Soekarnoputra/instagram @debbysahertian54

Perbesar

Unggahan Debby Sahertian tentang Pertemuannya dengan Guruh Soekarnoputra/instagram @debbysahertian54

Selain kegiatan seni, Guruh juga tercatat masih menyempatkan diri hadir dalam agenda sosial untuk anak-anak penyintas kanker. Kesaksian ini disampaikan oleh selebritas Debby Sahertian melalui unggahan di akun Instagramnya.

Debby menuturkan bahwa tepat sebulan sebelum kepergiannya, yakni pada 27 Agustus 2026, Guruh masih menyelenggarakan malam dana bertajuk "Untuk Indonesia" bagi anak-anak penyintas kanker. Meski dalam kondisi yang sudah sangat lemah, Guruh tetap berupaya hadir dan acara tersebut berlangsung lancar hingga sukses.

"Tepat sebulan yang lalu (27 Agustus 2026) mas Guruh masih menyelenggarakan acara untuk anak-anak penyintas kanker, malam dana “Untuk Indonesia”..Walau dalam kondisi sangat lemah , beliau tetap menghadiri acara yang berlangsung lancar & sukses," tulis Debby Sahertian dalam postingan di Instagram.

Karya Abadi Sang Maestro

Guruh Soekarnoputra akan mempersembahkan Tari Kecak dalam peringatan Bulan Karn

Perbesar

Guruh Soekarnoputra akan mempersembahkan Tari Kecak dalam peringatan Bulan Karno di GBK, Jakarta. (Liputan6.com/ Delvira Hutabarat)

Selain itu, ada pula selebritas-selebritas lain yang menyampaikan dukacita atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Seperti Reza Artamevia. Dia mengatakan bahwa karya indah Guruh Soekarnoputra akan jadi kenangan berharga untuk dunia seni khususnya.

Sebagai informasi tambahan, selama hidupnya, Guruh Soekarnoputra telah menghasilkan banyak karya legendaris di bidang musik, album kolaborasi, hingga pergelaran seni kolosal. Lagu-lagu legendaris karyanya diantaranya: "Kala Cinta Menggoda" (dipopulerkan oleh Chrisye), "Kala Sang Surya Tenggelam", "Lenggang Puspita", "Galih dan Ratna", hingga "Gita Cinta". Selain itu, Guruh juga terlibat dalam sejumlah pergelaran musik dan album orkestrasi megah, seperti Swara Maharddhika (1979) dan Gilang Indonesia Gemilang (Gilang Indonesia Gemilang).

Dimakamkan di Samping Makam Ibunda

Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba di Rumah Duka, Prananda Prabowo hingga Hasto Hadir

Perbesar

Jenazah putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno, Guruh Soekarnoputra, tiba di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026) pagi (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Guruh diketahui telah berjuang melawan sakit selama kurang lebih satu tahun terakhir sebelum akhirnya berpulang. Kini, jenazahnya disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta, untuk memberikan kesempatan bagi kerabat dan masyarakat menyampaikan penghormatan terakhir.

Sementara itu, jenazah akan dimakamkan di samping makam ibunya, Fatmawati di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di rumah duka Guruh

"Hari ini jenazah Mas Guruh sudah berada di kediaman beliau dan nanti rencana akan dimakamkan berada di sebelah Ibu Fatmawati," kata Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Momen Terakhir Guruh Soekarnoputra Sebelum Meninggal

1. Kapan dan di mana Guruh Soekarnoputra meninggal dunia?

Guruh meninggal pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta, di usia 73 tahun.

2. Apa kegiatan terakhir Guruh sebelum jatuh sakit parah?

Pada 27 Agustus 2026, ia menghadiri peresmian paduan suara Swara Maharddhika dan malam dana untuk anak penyintas kanker "Untuk Indonesia".

3. Di mana jenazah Guruh Soekarnoputra disemayamkan?

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta.

4. Pesan apa yang disampaikan Guruh kepada Soraya Haque?

Guruh berpesan ingin berdiskusi tentang perempuan Indonesia dan tradisi konde, membandingkannya dengan pelestarian kimono oleh perempuan Jepang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6