REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengumumkan bahwa total transaksi dalam misi dagang antara Sumatera Utara dan Jawa Timur telah menembus angka lebih dari Rp2,58 triliun. Capaian ini diumumkan langsung di sela acara Misi Dagang dan Investasi di Medan, Selasa.

Bobby Nasution menyatakan bahwa nilai transaksi tersebut masih berpotensi meningkat. "Hingga siang ini mencapai Rp2,58 triliun. Jadi, kalau saya pidato dan di belakang masih ramai, berarti transaksi bisa meningkat lagi," ujarnya saat jumpa pers.

Gubernur menyambut baik pelaksanaan misi dagang antara kedua provinsi ini, terutama karena melibatkan langsung para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menilai langkah ini sangat strategis karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, tetapi langsung menyentuh pelaku usaha dan masyarakat.

Apresiasi untuk Inisiatif Gubernur Jatim

Bobby Nasution memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas inisiatif luar biasa ini. "Kami mengapresiasi Gubernur Jawa Timur. Ini ide sangat luar biasa, misi dagang antara dua provinsi. Hasilnya bukan hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi ke masyarakat karena transaksinya langsung," jelas Bobby.

Ia menjelaskan bahwa transaksi yang tercatat selama kegiatan berlangsung merupakan aktivitas di tingkat pelaku usaha sebelum produk dipasarkan atau diolah menjadi produk bernilai tambah. "Ada produk yang dibeli sebagai bahan baku untuk diolah, ada juga produk yang dibeli untuk diekspor. Ini yang menjadikan nilai tambah ke depannya pasti akan lebih baik lagi,” kata Bobby.

Pergeseran Pemasok dan Dominasi Sektor Pangan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan potensi pasar yang dapat dikembangkan melalui kerja sama perdagangan antardaerah. Salah satu hal menarik yang ia soroti adalah terjadinya perubahan pilihan pemasok sejumlah produk oleh pelaku usaha di Sumatera Utara, yang sebelumnya dari provinsi lain kini mulai dipasok oleh pelaku usaha dari Jawa Timur.

"Yang membuat kami cukup terkejut adalah transaksi di sektor beras dan industri hilirnya, mulai dari daging ayam hingga telur, terjadi peningkatan yang sangat signifikan,” ujar Khofifah. Ia menambahkan bahwa dari total transaksi yang tercatat, sektor perunggasan, daging, dan telur menyumbang nilai sekitar Rp1,5 triliun.

Khofifah juga melakukan penelusuran untuk mengetahui perubahan pola perdagangan tersebut. Hasilnya, sejumlah pelaku usaha di Sumatera Utara mulai memilih produk Jawa Timur guna memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa peluang perdagangan antardaerah terus berkembang dan perlu diikuti dengan pemetaan kebutuhan pasar serta penguatan hubungan bisnis antara pelaku usaha. Data transaksi tersebut nantinya akan dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan masing-masing provinsi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara