Merangin, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Merangin terus mengupayakan percepatan layanan pemerintahan berbasis digital (Pemdigi) dari tingkat kecamatan hingga desa dengan memperluas jangkauan internet terintegrasi di bawah

"Nanti semua kantor camat, tidak ada lagi yang blank spot, semua akan dialiri jaringan interet. Kita bekerja harus berbasis pemerintahan digital (Pemdigi)," kata Asisten III Setdakab Merangin Hennizor saat Rakor Penyelenggaraan Jaringan Intra Pemerintah Daerah, di ruang rapat Kantor Dinas Kominfo Merangin, Kamis.

Hennizor menyampaikan, pemerintah terus mendorong upaya percepatan, dan ditargetkan hingga akhir tahun, 24 kantor camat yang ada di wilayah itu telah terkoneksi internet.

Menunjang program sistem atau aktivitas berbasis pembelajaran digital, menggunakan platform pemerintah digital (Pemdigi).

Kadis Kominfo Merangin Ahmad Khoiruddin Agung Saputro menambahkan, setelah seluruh kantor camat tersambung internet terintegrasi, maka semua sistem program pemerintahan digital bisa diakses secara penuh.

Selain itu, keberadaan layanan digital dipastikan berdampak terhadap akses informasi publik tentang pemerintah daerah dan struktur di bawahnya. Karena pemerintah melengkapi informasi Melalui halaman digital (website) dan layanan media sosial.

Ia mengungkapkan, saat ini seluruh kantor organisasi perangkat daerah (OPD), telah terkoneksi dengan layanan Pemdigi.

Ditargetkan, hingga Oktober 2026, seluruh kantor camat tersambung oleh jaringan internet terpusat ke kantor Diskominfo.

Ia juga mengimbau, bagi kantor kecamatan yang masih menganggarkan pembiayaan jasa internet, supaya menggeser dana itu ke tujuan lain karena Diskominfo setempat telah menjamin internet terintegrasi akan terhubung di 24 kecamatan yang ada di Merangin.

"Oktober ini semua kecamatan akan terintegrasi juga. Dampaknya bagi pelayanan dan kinerja akan lebih meningkat dan efisien, serta pelayanan digitalisasi lebih baik lagi," terangnya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.