Simpang Empat (ANTARA) - Seperti biasanya, pagi jelang siang di Dermaga Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat selalu ramai oleh warga.

Sejak pagi, puluhan warga mulai berdatangan memenuhi area itu untuk melakukan aktivitas.

Ada yang berjualan, mengangkat es batu, menghidupkan kapal, membawa ikan hasil melaut dan ada juga hanya sekedar melihat kesibukan aktivitas di lokasi itu.

Di antara kerumunan masyarakat, terlihat sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju kapal. Mereka bukan sedang berburu ikan melainkan bersiap membantu warga di sebuah pulau yang berpenghuni di tengah laut untuk memberikan pelayanan cek kesehatan gratis (CKG).

Pulau Panjang namanya. Luas pulau itu sekitar 220 hektare dengan garis pantai sepanjang 4,5 kilometer.

Untuk menuju Pulau Panjang menempuh perjalanan menggunakan perahu atau boat sekitar 45 menit atau berjarak empat mil dari Dermaga Air Bangis.

Dari Dermaga Air Bangis berjarak sekitar 65 kilometer dari Ibukota Pasaman Barat, Simpang Empat.

Pada umumnya masyarakat di daerah itu bermata pencarian sebagai nelayan.

Daerah berpenghuni sekitar 1.328 jiwa itu akan diberikan pelayanan kesehatan.

Aksi "jemput bola" ini dilakukan pada pekan kedua Agustus tepatnya Kamis (13/8) pagi itu sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Bentuk pemberian hak dasar di bidang kesehatan kepada warganya.

"Kami membawa tenaga kesehatan dari Puskesmas Air Bangis sebanyak 10 orang, dari Dinas Kesehatan empat orang dan dokter dua orang. Warga Pulau Panjang berhak memperoleh pelayanan cek kesehatan gratis," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia,

Usai mengemasi peralatan. Para pejuang sehat bangsa ini tampak meneteng sejumlah peralatan medis.

Mulai dari pengukur tensi, peralatan laboratorium, stetoskop serta obat-obatan yang akan diberikan ke warga yang berada di tengah laut itu.

Hari menunjukkan pukul 09.32 WIB. Bunyi deru kapal mulai terdengar. Cuaca sedikit mendung usai hujan mengguyur daerah itu pada shubuhnya.

Langkah kaki para tenaga kesehatan satu persatu mulai menaiki kapal yang biasa membawa warga ke Pulau Panjang.

Usai semua tim tenaga kesehatan berada di atas boat, pawang (istilah masyarakat di daerah itu menamai nahkhoda) mulai jalankan tunggangannya menyeberangi laut yang saat itu ombaknya lumayan tinggi dari biasanya.

Berlahan bergerak membelah gelombang laut boat itu mulai menyusuri laut lepas menuju Pulau Panjang.

Gelombang yang sedikit tinggi dari biasanya membuat kapal oleng kiri kanan. Namun dengan kepiawaian pawang boat berlayar dengan aman dan sampai di Pulau Panjang sekitar pukul 10.35 WIB.

Satu jam perjalanan mengantarkan tim nakes mendarat di Pulau Panjang dengan aman.

*Antusias Warga*

Sesampai di tempat pelayanan kesehatan di sebuah rumah sederhana milik warga Pulau Panjang, ternyata sejak pagi, antrean warga memenuhi lokasi kegiatan.

Mereka datang dengan berbagai cara, mulai dari berjalan kaki bersama keluarga, menggandeng anak-anak, hingga membawa orang tua yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.

Panitia yang terdiri dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pulau Panjang langsung membuka pendaftaran lebih awal sebelum acara seremonial dimulai, agar pelayanan berjalan lancar.

Dua tenda sederhana pakai terpal dan kursi plastik telah disiapkan sebagai tempat menunggu, sehingga warga tidak harus berdiri lama, terutama bagi lanjut usia (lansia) yang membutuhkan kenyamanan selama antrean.

Di tengah aktivitas tersebut, para tenaga kesehatan bergerak tanpa banyak instruksi. Mereka memastikan setiap warga mendapat pelayanan dengan tertib.

Kehadiran mereka membuat interaksi antara tenaga kesehatan dan masyarakat semakin dekat, tanpa jarak.

Sebelum pemeriksaan kesehatan dilakukan, tim Dinas Kesehatan memulai dengan sosialisasi bahaya penyakit TBC untuk memberikan pemahaman tentang penyakit itu mulai dari penyebab, tanda-tanda sampai cara penanggulangannya.

Satu persatu warga mulai mendaftarkan diri membawa KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK) di meja yang telah disiapkan petugas.

Antusias warga jelas terlihat. Mereka berebutan mendaftarkan diri. Menyodorkan KTP dan KK.

Menggambarkan mereka ingin sehat. Ingin dapat pengobatan.

Melalui arahan petugas warga mulai tertib dan pemeriksaan dilakukan dengan lancar dengan memanggil warga bergantian.

Beranjak ke meja satu lagi, petugas mulai mencocokkan data dan merekam data warga.

Setelah itu pemeriksaan tekanan darah mulai dilakukan dan cek darah. Lalu diberikan arahan diagnosa mengenai penyakit dan apa yang harus dilakukan. Lantas obat dan vitaminpun diberikan.

Di tengah antusias warga, gerimispun mulai turun. Namun semangat warga dan tenaga kesehatan tak kendor. Satu per satu warga diperiksa dan dilayani dengan baik.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya pemeriksaan cek kesehatan gratis ini. Biasanya kami berobat ke Pustu yang ada di Pulau Panjang dan kalau penyakit agak berat kami pergi ke Puskemas Air Bangis," kata salah seorang warga Pulau Panjang Zahharuddin (66).

Dia menilai cek kesehatan sangat dibutuhkan warga Pulau Panjang mengingat jarak dari Pulau Panjang ke daratan Air Bangis harus menempuh jalur laut.

"Alhamdulillah setelah dicek tekanan darah saya normal," ucapnya.

Warga lainnya Nuraida (66) mengharapkan kegiatan cek kesehatan gratis dapat dilakukan secara rutin di Pulau Panjang.

"Terima kasih kami telah dilayani dan mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut," ujarnya.

Sejumlah warga mengakui kesulitan memperoleh layanan kesehatan karena faktor jarak. Namun mereka mengharapkan ada penambahan sarana prasarana tenaga medis di Pulau Panjang.

"Saat ini baru ada Pustu dan bidan jorong. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih memadai," harap warga lainnya Naf (50) yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

*Cegah Dini, Pacu Capaian*

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sendiri melalui Dinas Kesehatan terus memacu jangkauan capaian CKG sebagai upaya pencegahan sejak dini berbagai penyakit yang ada.

Ada 20 puskesmas yang jajarannya terus bergerak melalui tenaga kesehatan melakukan cek kesehatan gratis ke masyarakat di setiap nagari (desa) yang ada.

Selain diadakan di puskesmas, CKG juga dilakukan ke rumah warga dan melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Pemkab Pasaman Barat juga melakukan layanan terpadu di setiap kecamatan yang ada. Selain melakukan CKG, juga memberikan layanan umum lainnya seperti administrasi kependudukan, pajak dan pangan murah.

Periode Januari-Juli 202 CKG telah menjangkau 151. 925 orang atau 32,28 persen melebihi target yang ditetapkan.

"Target kita hingga Juli hanya 26,83 persen. Sedangkan tercapai sudah 32,28 persen. Secara keseluruhan target CKG selama 2026 sebesar 46 persen dari 470.700 orang," kata Gina Alecia didampingi Kapala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Irwan H dan Kepala Puskesmas Air Bangis Yeni Satrina.

CKG dilakukan untuk bayi, balita, anak prasekolah, anak sekolah, dewasa, dan warga lanjut usia (lansia).

Dia merinci CKG pada bayi (0 bulan) telah menjangkau 2.015 orang, CKG pada balita dan anak prasekolah umur 1-6 tahun mencapai 8.167 orang dan CKG pada anak sekolah SD sebanyak 14.242 orang.

Kemudian capaian CKG pada anak SMP sebanyak 3.982 orang dan CKG pada anak SMA sebanyak 5.872 orang selanjutnya CKG pada dewasa umur 18-59 tahun mencapai 118.989 orang dan CKG pada lanjut usia atau umur 60 tahun ke atas mencapai 12.212 orang.

Untuk mencapai target itu pihaknya menggencarkan berbagai upaya. Pertama, membuat surat edaran dan instruksi bupati tentang dukungan dan pelaksanaan CKG kepada kepala organisasi perangkat daerah dan perangkat daerah.

Kedua, membuat surat pemberitahuan dari sekretaris daerah (Sekda) tentang dukungan pelaksanaan CKG kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai penguatan untuk percepatan pelaksanaan CKG bagi ASN, PPPK dan tenaga lainnya

Ketiga, meningkatkan promosi kesehatan di media sosial Dinkes dan Puskesmas tentang sosialisi, edukasi dan himbauan tentang pelaksanaan CKG kepada masyarakat.

Keempat, pelaksanaan CKG ke OPD dan ke masyarakat di masing-masing nagari sebagai untuk percepatan pelayanan CKG bagi ASN, PPPK dan masyarakat serta kelima monitoring dan evaluasi capaian setiap minggu.

"Terpenting sekali kesadaran masyarakat untuk CKG. Mari cegah dini penyakit dan kami siap mengobati," katanya.

Usai melayani CKG 100 orang lebih warga Pulau Panjang sampai pukul 14.30 WIB. Tim tenaga kesehatan beranjak meninggalkan pulau itu di bawah gerimis hujan.

Sementara warga kembali ke rumah masing-masing dengan harapan selalu sehat dan potensi penyakit bisa diminimalisir.(***)

Tenaga kesehatan saat turun dari boat yang membawa mereka dari Dermaga Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas ke Pulau Panjang untuk memberikan pelayanan cek kesehatan gratis (CKG) pada Kamis (13/8/2026). ANTARA/Altas Maulana.