Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd. terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menanggulangi penyakit Tuberkulosis (TBC) di lingkungan kerja, guna mewujudkan target Indonesia Bebas TBC pada tahun 2030.

Senior Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd., dr. William Aditya, menyampaikan bahwa sosialisasi dan penanggulangan TB paru merupakan bagian dari program rutin tahunan perusahaan yang mengacu pada kebijakan pencegahan dan penanggulangan TBC di tempat kerja.

"Program pencegahan dan penanggulangan TBC paru di tempat kerja ini adalah salah satu langkah yang kami jalankan untuk mendukung program pemerintah yang menargetkan bebas TBC pada 2030. 

Kegiatan sosialisasi ini juga merupakan upaya kampanye kesehatan untuk meningkatkan pemahaman karyawan terkait bahaya penularan TBC," kata William Aditya di Recc Hall Geragai Basecamp, Sabtu malam (26/9/2026).

Menurut dia, pelaksanaan program penanganan TBC ini dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Pada tahun ini, PetroChina bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Selain sosialisasi edukatif, PetroChina juga menerapkan prosedur penapisan (skrining) dan pemantauan kesehatan berkala. Pemeriksaan Rontgen dada rutin digelar setiap tahun bagi seluruh karyawan sebagai langkah deteksi dini.

Sementara itu, bagi karyawan yang bertugas sebagai food handler atau penjamah makanan, perusahaan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat berupa pemeriksaan dahak berkala setiap enam bulan sekali.

Apabila ditemukan karyawan yang terindikasi atau terinfeksi TBC paru, perusahaan memberlakukan penanganan sesuai dengan regulasi Kementerian Ketenagakerjaan. 

Karyawan bersangkutan akan diistirahatkan minimal selama dua minggu untuk menjalani pengobatan teratur. Karyawan baru diizinkan kembali bekerja (fit to work) setelah dinyatakan bebas gejala dan mendapat rekomendasi resmi dari dokter spesialis paru.

Melalui serangkaian langkah preventif dan kuratif ini, PetroChina berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, serta bebas dari potensi penularan TBC antar pekerja. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, Eko Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini telah dilaksanakan secara konsisten oleh PetroChina. 

Melalui kesempatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis (TBC) di lingkungan tempat kerja.

"Kami dari Dinas Kesehatan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah hal yang baik dan sudah berlangsung sejak tahun kemarin," kata Eko Purnomo.

Program penanggulangan TBC di lingkungan kerja yang dilaksanakan PetroChina secara berkesinambungan dan berkala. Langkah tersebut dinilai sangat penting mengingat upaya eliminasi penyakit tuberkulosis merupakan salah satu fokus utama pemerintah.

Oleh karena itu, peran aktif dari sektor lingkungan kerja sangat diharapkan untuk menggalakkan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian penyebaran TBC.

Selain dukungan dari lingkungan kerja, Eko juga menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh seluruh pekerja. 

Hal ini menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan dan mencegah terjadinya konfirmasi kasus TBC baru.

"Untuk mencegah penularan atau terkonfirmasi TBC, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sangat diutamakan," tutup Eko. 

Karyawan PetroChina Jabung Ltd. Ambo Tang mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi semacam ini. Sosialisasi ini, menurutnya sangat baik dalam rangka memperkuat pemahaman serta kesadaran terkait penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di lingkungan kerja melalui kegiatan sosialisasi edukatif yang digelar oleh perusahaan.

"Melalui kegiatan ini, peserta jadi mengetahui apa itu TB Paru, bagaimana penanggulangan dan pencegahannya. TB Paru ini sangat memengaruhi kualitas hidup, karena jika tidak ditanggulangi bisa menyebabkan kematian," kata Ambo Tang.

Ia menyampaikan, meski penyakit TBC dianggap berbahaya, dirinya meminta agar para pekerja tidak perlu panik atau takut secara berlebihan, sebab penyakit TB Paru dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan rutin.

Menurutnya penularan TB Paru umumnya terjadi melalui droplet atau percikan dahak saat penderita batuk. Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan dan standar operasional prosedur (SOP) di area kerja serta fasilitas medis perusahaan menjadi kunci utama pencegahan.

Melalui sosialisasi secara berkala, manajemen dan tim medis PetroChina Jabung berharap seluruh karyawan dapat semakin memahami langkah-langkah preventif, sehingga lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penularan TBC dapat terus terjaga. 

"Di tempat kami, protokol kesehatan sudah berjalan baik. Bagi tim medis sendiri saat menghadapi pasien, kami wajib menjalankan SOP seperti memakai sarung tangan dan masker. Penggunaan masker ini penting untuk mencegah masuknya kuman atau bakteri TB," tutupnya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.