Koba, Babel (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji meninjau kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna memastikan pelaksanaan pendampingan kepada keluarga sasaran berjalan optimal.

Wihaji di Koba, Rabu, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kinerja TPK yang menjadi ujung tombak pemerintah dalam mendampingi keluarga, terutama keluarga rentan stunting.

"Se-Indonesia ada sekitar 599.824 TPK, di antaranya berada di Bangka Belitung," katanya.

Dalam acara tersebut sebanyak 1.002 anggota TPK di Kabupaten Bangka Tengah dikumpulkan untuk memastikan keaktifan mereka sekaligus mengingatkan kembali tugas dan tanggung jawab sebagai pendamping keluarga.

"Di Kabupaten Bangka Tengah ada sebanyak 1.002 yang kita kumpulkan untuk memastikan keaktifan mereka dan menjelaskan kembali tugas-tugas yang mereka emban," ujarnya.

Menurut dia, TPK memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga rentan stunting, ibu hamil, ibu menyusui, balita, remaja hingga lanjut usia agar memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan.

Ia menilai semangat para anggota TPK di Bangka Tengah cukup tinggi, terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok usia yang tetap aktif menjalankan tugas pendampingan.

"Antusiasme TPK di Bangka Tengah saya pikir luar biasa. Ada yang sudah lansia tetapi masih menjadi pendamping, bahkan ada juga yang masih berusia sekitar 20 tahun," katanya.

Wihaji berharap semangat tersebut dapat terus dipertahankan sehingga TPK mampu menjalankan fungsi pendampingan secara berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting di daerah setempat.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.