AKURAT.CO Persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi pekerjaan rumah di Ibu Kota.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyebut jumlah rumah tidak layak huni di Jakarta diperkirakan mencapai 821 ribu unit. Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni sekitar 258 ribu unit.

Besarnya angka tersebut membuat ketepatan sasaran bantuan perbaikan rumah menjadi penting. Pemerintah tidak hanya perlu melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan penghuni yang menerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: ​Kado HUT ke-477 Kudus, PT Djarum dan Polytron Bedah 164 Rumah Layak Huni Rp11,4 Miliar

Menteri PKP, Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar meninjau sejumlah calon penerima Program Bedah Rumah di Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelayakan penerima berdasarkan kondisi hunian dan keadaan sosial ekonominya.

Salah satu rumah yang ditinjau merupakan milik Andri S, seorang buruh harian lepas dengan penghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan. Ia tinggal bersama dua anaknya di rumah seluas 15 meter persegi yang telah ditempatinya sejak lahir atau selama 49 tahun.

Kondisi bangunan tersebut memprihatinkan. Pondasi dan sloof rumah dilaporkan rapuh, sementara bangunan tidak memiliki kolom dan ring balok. Rangka atap juga rentan, dinding mengalami keretakan, dan atap asbes rusak berat sehingga bocor ketika hujan. Rumah itu juga belum memiliki fasilitas sanitasi.

Kondisi serupa dialami Aisah, yang telah menempati rumah seluas 33 meter persegi selama 40 tahun. Perempuan yang sehari-hari mengurus rumah tangga itu memperoleh penghasilan sekitar Rp 500 ribu per bulan dari anaknya.

Kerusakan pada pondasi, sloof, rangka atap, dan dinding membuat rumah Aisah membutuhkan perbaikan. Atap asbes yang rusak juga menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Kementerian Komdigi Alihkan Aset 45 Ha Lahan di Depok ke Kementerian PKP Untuk Pembangunan 150 Ribu Rumah Subsidi

"Kalau hujan, di kamar penuh ember karena airnya bocor dari atap. Sekarang kalau rumahnya mau diperbaiki, saya bingung karena harus ngontrak sementara, tetapi saya tidak punya biaya untuk itu," kata Aisah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/10/2026).