Mentan beri wisudawan alat pertanian untuk modal bangun usaha
Rabu, 12 Agustus 2026 20:50 WIB
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan alat pertanian combine harvester kepada wisudawan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), sebagai modal membangun usaha pertanian sekaligus mendorong lahirnya pengusaha muda di sektor pangan nasional.
Amran mengatakan bantuan tersebut diberikan bukan semata-mata sebagai hadiah kepada wisudawan bernama Hasan, melainkan sebagai bentuk kepercayaan kepada wisudawan itu agar berani membangun masa depan sebagai pengusaha muda pertanian.
“Saya ingin Hasan jadi pengusaha. Alat ini jangan dijual. Jadikan modal usaha, dipakai untuk membantu petani dan menghasilkan pendapatan,” kata Amran saat menghadiri rangkaian acara wisuda UNESA sebagaimana keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Mentan memberikan kejutan istimewa kepada Hasan, seorang wisudawan yatim piatu yang baru menyelesaikan studi pendidikan perguruan tinggi di UNESA.
Amran meminta Hasan memanfaatkan combine harvester tersebut secara produktif dan belajar mengoperasikannya sendiri.
“Ini alat besar. Belajar bawa sendiri. Kamu harus bisa mengelola alat ini dan menjadi pengusaha,” tegasnya.
Menurut Mentan, sektor pertanian saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional. Mekanisasi dan teknologi membuka peluang bisnis baru bagi generasi muda, salah satunya melalui usaha jasa alsintan.
Combine harvester dapat digunakan Hasan untuk memberikan jasa panen kepada petani. Dengan demikian, bantuan tersebut tidak berhenti sebagai aset pribadi, tetapi dapat menjadi mesin ekonomi yang menghasilkan pendapatan sekaligus membantu mempercepat proses panen petani.
Amran menilai Hasan memiliki karakter dan semangat yang layak mendapatkan kepercayaan. Karena itu, pemerintah ingin mendorong Hasan tidak berhenti setelah mendapatkan gelar sarjana, tetapi melanjutkan perjuangan dengan membangun usaha sendiri.
“Hati-hati, jangan sampai alat ini dijual. Hasilnya disimpan, ditabung, dan dikembangkan,” tegasnya.
Mentan mengatakan bantuan kepada Hasan merupakan bagian dari upaya mendorong generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor bisnis yang menjanjikan.
Menurutnya, kebutuhan jasa mekanisasi pertanian akan semakin besar seiring dengan percepatan modernisasi sektor pertanian. Anak muda memiliki peluang untuk masuk ke dalam rantai bisnis tersebut, mulai dari jasa pengolahan lahan, tanam, panen, hingga pengelolaan hasil pertanian.
Amran berharap Hasan dapat menjadi contoh bahwa anak muda, termasuk mereka yang berasal dari keluarga sederhana, memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pengusaha apabila diberikan kepercayaan, akses teknologi, dan pendampingan.
“Ini modal untuk masa depan kamu. Saya ingin kamu berhasil, menjadi pengusaha dan membantu petani lainnya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pemerintah tidak ingin bantuan kepada generasi muda berhenti pada pemberian aset. Setiap bantuan harus menghasilkan kemandirian, pendapatan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Anak muda jangan hanya berpikir mencari pekerjaan. Jadilah pencipta lapangan pekerjaan,” kata Amran.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026