Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan percepatan operasionalisasi 10.070 titik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah bahkan melakukan monitoring serentak koperasi merah putih, mulai tanggal 15 Oktober 2026.

Baca Juga

Pemantauan serentak merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo, agar kesiapan koperasi dipantau dan dimonitor secara langsung di lapangan. Termasuk ketersediaan barang dan sarana pendukung operasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, penyaluran barang-barang kebutuhan di KDKMP, utamanya yang disubsidi oleh pemerintah seperti misalnya pupuk bagi petani, akan mempersingkat rantai pasok dan mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga

"Dari Pupuk (Indonesia) langsung ke KDKMP, jadi enggak ada lagi perantara. Syaratnya KTP saja. Semua barang-barang subsidi nanti di sini, untuk mensuplai kebutuhan warga biar tidak ada tengkulaknya. Harganya, harga dari pusat," kata Zulhas dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Pengoperasian KDKMP itu pun disambut baik oleh masyarakat, salah satunya Warjito yang berasal dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pria yang mengaku berprofesi sebagai petani ini sangat gembira, karena dapat koperasi menyediakan produk subsidi dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga

Sebagai petani, Warjito mengatakan kehadiran koperasi merah putih memberikan kemudahan akses bagi petani terdaftar menebus pupuk subsidi. Menurutnya, kehadiran koperasi menjadi akses tambahan bagi petani dalam menebus pupuk bersubsidi yang didistribusikan oleh Pupuk Indonesia.

“Kami dari petani merasa tertolong sekali, karena selama ini sebelum ada koperasi kalau orang mau membeli pupuk itu harus menunjukan kartu tani, kenyataannya tidak semua petani memiliki kartu sehingga petani penggarap atau petani gurem itu jelas tidak mendapatkan pupuk subsidi, sehingga membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih mahal,” kata Warjito.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di wilayah asalnya, Warjito menyampaikan apresiasi langsung kepada Menko Zulhas dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, saat meninjau langsung operasionalisasi lima KDKMP di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Warjito menyampaikan bahwa bahwa adanya proses penebusan pupuk subsidi pada koperasi sangat membantu petani.

“Maka alhamdulillah sekali dari petani mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah mendirikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih bahkan menyediakan pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Boyolali dan ini sangat menolong sekali, terima kasih,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Diketahui, ketersediaan barang subsidi menjadi fokus utama pemantauan, seperti misalnya beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kilogram, dan pupuk. Pemerintah mengevaluasi pasokan dari BUMN, serta mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan agar koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha dan melayani masyarakat.