Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur terjadi karena human error.

Baca Juga

Hal tersebut disampaikan Djamari sambil menyoroti suhu udara yang dingin di kawasan Gunung Bromo. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi itu, menurut Djamari, bisa membuat pengunjung atau wisatawan menyalakan api untuk menghangatkan diri, namun lupa untuk dipadamkan kembali.

Baca Juga

"Begini ya, seperti Anda tahu ya, Bromo itu kan dingin gitu ya. Kemudian banyak orang di situ datang, mungkin sambil kedinginan-kedinginan dia bakar gitu, dia lupa mungkin memadamkannya," kata Djamari dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin, 10 Agustus 2026.

"Kira-kira begitu. Tapi diperparah oleh human error ya," sambung dia.

Baca Juga

Dia lantas mencontohkan kebakaran yang pernah terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo beberapa tahun lalu. Peristiwa itu disebut Djamari terjadi karena kelalaian manusia.

"Seperti beberapa tahun yang lalu kan orang hanya berfoto-foto saja kan bisa terbakar kan gitu. Seperti itu kira-kira," ucap Djamari.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. 

Prasetyo menjelaskan pemerintah terus berupaya untuk melakukan pemadaman titik api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Koordinasi dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Pemprov Jawa Timur dan Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pun terus dilakukan.

"Kami terus berkoordinasi untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas," ucap Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 10 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prasetyo melanjutkan, berbagai peralatan seperti water bombing, helikopter hingga pesawat pun dikerahkan untuk mengatasi karhutla di Gunung Bromo. 

"Peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi Karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan," jelasnya. 

Halaman Selanjutnya

Di samping itu, dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran di tengah cuaca saat ini.