Dalam pernyataan yang dirilis sekretaris persnya, Shahabuddin mengatakan hasil pemeriksaan medis terbaru menunjukkan dirinya mengalami Autonomic Neuropathy, sebuah kondisi yang disebut membuatnya sesekali mengalami kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.
"Saya menderita penyakit serius sehingga tidak mampu menjalankan tugas sebagai pemegang jabatan konstitusional," kata Shahabuddin dalam surat pengunduran diri yang disampaikan kepada Ketua Parlemen Bangladesh, Hafiz Uddin Ahmed, Jumat.
Ahmed dilaporkan telah menerima pengunduran diri tersebut.
Juru bicara kepresidenan Sarwar Alam menjelaskan bahwa berdasarkan konstitusi Bangladesh, pengunduran diri presiden berlaku efektif setelah surat yang telah ditandatangani diserahkan kepada ketua parlemen.
Ketua Parlemen Jalankan Tugas Presiden
Setelah Shahabuddin resmi mengundurkan diri, Ketua Parlemen Bangladesh akan menjalankan tugas-tugas kepresidenan hingga presiden baru terpilih.
Konstitusi Bangladesh mengatur bahwa pemilihan presiden baru harus dilaksanakan dalam waktu maksimal 90 hari.
Pengunduran diri Shahabuddin terjadi ketika situasi politik Bangladesh masih berada dalam masa transisi setelah jatuhnya pemerintahan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Agustus 2024.
Hasina digulingkan setelah gelombang aksi protes yang dipimpin kaum muda mengguncang negara tersebut. Beberapa hari kemudian, pemerintahan sementara dibentuk untuk mengelola transisi politik Bangladesh.
Isu Hubungan dengan Sheikh Hasina Mencuat
Keputusan Shahabuddin mundur juga muncul di tengah laporan media mengenai dugaan komunikasi antara dirinya dan Sheikh Hasina.
Menurut laporan media Bangladesh The Daily Star, Shahabuddin disebut berbicara melalui telepon dengan Hasina yang kini tinggal di India ketika sang presiden melakukan perjalanan ke Inggris untuk menjalani perawatan medis pada Mei tahun ini.
Shahabuddin membantah laporan tersebut.
Ketika ditanya mengenai alasan pengunduran dirinya, Shahabuddin mengatakan dirinya memang mengalami berbagai komplikasi kesehatan.
"Saya menderita berbagai komplikasi kesehatan," ujarnya kepada The Daily Star. "Saya tidak punya hal lain untuk ditambahkan saat ini."
Shahabuddin diketahui melakukan perjalanan ke London pada 9 Mei dan kembali ke Bangladesh pada 18 Mei.
Masa Jabatan Shahabuddin Seharusnya Berakhir 2028
Shahabuddin menjabat sebagai Presiden Bangladesh sejak April 2023. Masa jabatan lima tahunnya seharusnya baru berakhir pada 2028.
Ia memimpin Bangladesh dalam periode politik yang sangat bergejolak, termasuk setelah jatuhnya pemerintahan Sheikh Hasina pada Agustus 2024 hingga pembentukan pemerintahan sementara beberapa hari kemudian.
Sheikh Hasina saat ini tinggal di pengasingan di New Delhi, India. Menurut laporan Reuters, ia diperkirakan akan kembali ke Bangladesh pada Desember mendatang.
Pengunduran diri Shahabuddin dinilai berpotensi semakin mengubah peta politik Bangladesh menjelang rencana kepulangan Hasina. Mundurnya presiden juga berarti Hasina kehilangan salah satu tokoh yang sebelumnya berada di posisi tinggi negara, meski peran presiden Bangladesh pada dasarnya lebih bersifat seremonial.
Dalam sistem pemerintahan Bangladesh, presiden memang merupakan kepala negara. Namun, kekuasaan eksekutif berada di tangan perdana menteri dan kabinet.
Karena itu, pengunduran diri Shahabuddin tidak serta-merta mengubah pusat kekuasaan eksekutif Bangladesh. Namun, pergantian kepala negara tetap menjadi perkembangan penting di tengah proses transisi politik dan dinamika menjelang kemungkinan kembalinya Sheikh Hasina.
Sumber: Aljazeera