Chaoyang (ANTARA) - Taman Situs Peninggalan Arkeologi Nasional Niuheliang dibangun di Situs Niuheliang, sebuah kompleks ritual dan pemakaman prasejarah berskala besar yang mencakup kuil dewi, altar, dan makam batu. Di situs yang berumur lebih dari 5.000 tahun itu ditemukan berbagai perkakas batu, tembikar, dan artefak giok bermotif naga, feniks, dan manusia, yang mencerminkan praktik ritual dan sistem kepercayaan budaya Hongshan

Orang-orang mengunjungi museum situs Niuheliang di Taman Situs Peninggalan Arkeologi Nasional Niuheliang di Kota Chaoyang, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 4 Agustus 2026. (Xinhua/Pan Yulong)
Foto yang diabadikan pada 4 Agustus 2026 ini menunjukkan tampilan interior museum situs Niuheliang di Taman Situs Peninggalan Arkeologi Nasional Niuheliang di Kota Chaoyang, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Li Gang)
Orang-orang mengunjungi pusat pameran Budaya Hongshan di Taman Situs Peninggalan Arkeologi Nasional Niuheliang di Kota Chaoyang, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 4 Agustus 2026. (Xinhua/Li He)
Foto tak bertanggal ini menunjukkan sejumlah artefak giok yang ditemukan di Taman Situs Peninggalan Arkeologi Nasional Niuheliang di Kota Chaoyang, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Pang Lei)
Foto tak bertanggal ini menunjukkan sejumlah artefak giok yang ditemukan di Taman Situs Peninggalan Arkeologi Nasional Niuheliang di Kota Chaoyang, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Pang Lei)
Seorang staf menunjukkan deretan prangko bertema budaya Hongshan di museum situs Niuheliang di dalam Taman Situs Peninggalan Arkeologi Nasional Niuheliang di Kota Chaoyang, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 4 Agustus 2026. (Xinhua/Hu Jingwen)
Orang-orang mengunjungi pusat pameran Budaya Hongshan di Taman Situs Peninggalan Arkeologi Nasional Niuheliang di Kota Chaoyang, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 4 Agustus 2026. (Xinhua/Li He)

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.